PENAJATIM – Podorukun Group kembali mencatatkan kinerja impresif di sektor properti nasional setelah dinobatkan sebagai developer dengan realisasi KPR non subsidi terbanyak tahun 2025 oleh Bank Syariah Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi indikator kuat bahwa produk hunian yang dikembangkan Podorukun mampu menjawab kebutuhan pasar properti komersial yang terus berkembang.
Capaian ini tidak sekadar soal volume penjualan, melainkan juga menggambarkan keberhasilan Podorukun dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang solid melalui kemitraan strategis dengan sektor perbankan syariah. Skema pembiayaan yang transparan dan berbasis prinsip syariah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah tanpa skema kredit konvensional.
Owner Podorukun Group H.M. Mudhofar bersama Ketua Apersi Malang Raya, Doni Ganatha menyampaikan, bahwa penghargaan tersebut menjadi energi baru bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas pembangunan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari respons positif masyarakat terhadap proyek hunian yang dikembangkan Podorukun.
Menurut Mudhofar, sektor rumah non subsidi memiliki potensi pasar yang sangat besar, khususnya dari kelompok masyarakat kelas menengah yang terus bertumbuh. Segmen ini cenderung mencari hunian dengan kualitas konstruksi yang baik, desain modern, serta lokasi yang memiliki akses transportasi dan fasilitas publik memadai.
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi industri properti karena pemerintah mengeluarkan stimulus fiskal berupa insentif PPN ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah hingga harga Rp5 miliar. Kebijakan tersebut memberikan dorongan signifikan bagi penjualan rumah, terutama pada segmen non subsidi yang banyak diminati masyarakat urban.
Meski demikian, Mudhofar mengingatkan bahwa industri properti tetap menghadapi sejumlah tantangan struktural. Salah satunya adalah tekanan biaya konstruksi akibat kenaikan harga bahan bangunan yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren meningkat. Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga membuat pengembang harus lebih kreatif dalam menawarkan produk hunian.
“Pasar properti sekarang tidak hanya bicara rumah sebagai tempat tinggal. Konsumen melihatnya sebagai bagian dari investasi jangka panjang dan kualitas hidup,” kata Mudhofar.
Karena itu, Podorukun menyiapkan strategi pengembangan yang lebih adaptif dengan memperhatikan tren kebutuhan pasar. Perusahaan mendorong pembangunan kawasan hunian yang terintegrasi dengan fasilitas publik, ruang terbuka, serta akses yang mudah ke pusat aktivitas ekonomi.
Langkah lain yang ditempuh adalah memperkuat sinergi dengan lembaga pembiayaan syariah untuk memastikan proses KPR berjalan lebih efisien dan memberikan kepastian bagi konsumen. Model kolaborasi ini dinilai mampu mempercepat proses kepemilikan rumah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan syariah.
Mudhofar menegaskan bahwa ke depan Podorukun akan terus menjaga reputasi sebagai pengembang yang fokus pada kualitas dan kepercayaan konsumen.
“Terima kasih atas kepercayaan para konsumen yang telah memilih Podorukun sebagai tempat terwujudnya perumahan impian. Kami akan terus berkomitmen menghadirkan rumah berkualitas dengan pembiayaan yang aman dan terpercaya,” ujarnya.
Dengan realisasi KPR non subsidi tertinggi secara nasional, Podorukun tidak hanya menunjukkan performa penjualan yang kuat, tetapi juga mempertegas perannya sebagai salah satu motor penggerak industri perumahan nasional di tengah kompetisi pasar yang semakin dinamis


















