MALANG, PENAJATIM – Soliditas aparat dan kepedulian warga menjadi kunci menjaga situasi Kota Malang tetap kondusif. Hal itu tercermin dalam pemberian penghargaan yang dilakukan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, kepada personel berprestasi serta masyarakat yang dinilai berjasa membantu tugas kepolisian.
Penghargaan diberikan kepada tujuh anggota Polsek Kedungkandang yang sukses membongkar sindikat pencurian sepeda motor dengan modus kunci T di Jalan Ki Ageng Gribig pada 13 Februari 2026.
Selain itu, sebelas personel Satresnarkoba Polresta Malang Kota turut menerima apresiasi atas keberhasilan mengungkap jaringan peredaran narkotika skala besar. Dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita ganja sebanyak 16,15 kilogram dan sabu 1,69 kilogram di wilayah Kedungkandang dan Sukun.
Tidak hanya dari internal kepolisian, enam warga juga menerima piagam penghargaan karena berperan aktif membantu mencegah dan membubarkan aksi balap liar di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai motivasi agar personel terus meningkatkan kinerja, sekaligus bentuk terima kasih kepada masyarakat yang turut menjaga kamtibmas. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” ujar Kombes Pol Putu Kholis Aryana, Jumat 27 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa pengungkapan narkotika dalam jumlah besar tersebut berdampak luas bagi perlindungan generasi muda. “Pengungkapan 16,15 kilogram ganja dan 1,69 kilogram sabu adalah capaian besar. Ini menyelamatkan ribuan generasi muda dari bahaya narkotika,” tegasnya.
Terkait partisipasi warga dalam pembubaran balap liar, Kapolresta mengapresiasi langkah preventif tersebut selama tetap mengedepankan keselamatan dan tidak melanggar aturan hukum. Menurutnya, kolaborasi masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pencegahan gangguan keamanan.
Pemberian penghargaan ini mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2011 tentang pemberian penghargaan di lingkungan Polri serta ketentuan administrasi di jajaran Polda Jawa Timur.
“Kami ingin membangun kultur apresiatif. Personel yang berprestasi harus dihargai, masyarakat yang peduli keamanan juga harus diapresiasi. Dengan kolaborasi dan soliditas, Kota Malang akan semakin aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.


















