JATIMTIMES – Pembangunan Jalan Pasar Gadang di Kota Malang ditargetkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 setelah proses persiapan dan lelang proyek memasuki tahap akhir. Kepastian itu mengemuka saat Komisi C DPRD Kota Malang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) melakukan inspeksi lapangan di kawasan Pasar Gadang, Kamis (7/5/2026).

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, mengatakan proyek tersebut menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi jalan yang selama bertahun-tahun digunakan sebagai area berdagang. Menurutnya, keberadaan jalan itu sangat strategis untuk mendukung konektivitas antarwilayah di Kota Malang.
“Kami Komisi C DPRD Kota Malang bersama Dinas PUPRPKP meninjau persiapan akhir rencana pembangunan Jalan Pasar Gadang. Ini penting sekali untuk mengembalikan fungsi jalan yang awalnya sudah puluhan tahun berubah fungsi menjadi lapak-lapak,” kata Anas.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Malang patut diapresiasi karena mampu melakukan relokasi pedagang dengan pendekatan yang persuasif dan humanis. Dukungan para pedagang serta paguyuban pasar juga disebut menjadi faktor penting agar proyek tersebut bisa berjalan.

“Kita mengapresiasi langkah Pemerintah Kota yang dengan humanis dan persuasif merelokasi para pedagang Pasar Gadang. Termasuk paguyuban pasar yang proaktif dan bekerja sama demi kebaikan Kota Malang ke depan,” ujarnya.
Berdasarkan penjelasan DPUPRPKP, jalan yang akan dibangun memiliki panjang lebih dari 600 meter dengan konstruksi cor beton. Jalur tersebut nantinya menghubungkan kawasan Jembatan Gadang Bumiayu hingga Gadang secara lebih lurus dan tertata.
Tak hanya jalur utama, proyek juga mencakup pengembangan sejumlah ruas pendukung di sekitar pasar. Salah satunya akses di sisi utara pasar yang akan diperbaiki guna memperlancar arus kendaraan menuju Bumiayu maupun Arjowinangun.
“Nanti ada tiga ruas. Dua ruas di sini dua arah dengan konstruksi cor beton, dan satu ruas di Jalan Pasar Gadang lama yang juga masuk rangkaian pembangunan,” jelasnya.
Saat ini proyek berada pada tahap lelang pengadaan dan ditargetkan rampung pada akhir Mei. Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik akan dimulai pada awal Juni 2026.
“Estimasi akhir Mei selesai, sehingga awal Juni bisa mulai dikerjakan,” tutur Anas.
Ia mengakui proses pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan karena kondisi kawasan yang cukup kompleks. Menurutnya, proyek ini sebenarnya telah dirancang sejak tahun lalu, namun tertunda lantaran relokasi pedagang belum sepenuhnya selesai.
“Ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Tapi karena relokasi belum selesai, akhirnya tidak bisa dijalankan. Alhamdulillah tahun ini akhirnya bisa dieksekusi setelah lebih dari 20 tahun,” pungkasnya.


















