=========================================
Berita  

Ramadhan Tak Hentikan MBG, DPRD Kota Malang Dorong Inovasi Menu dan Libatkan UMKM

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo
banner 120x600

MALANG, PENAJATIM – Distribusi program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang dipastikan tidak berhenti meski bulan Ramadhan tiba. Skema penyalurannya saja yang disesuaikan agar tetap relevan dengan kebutuhan siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Kota Malang, Muhammad Athoillah, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG selama Ramadhan tetap berlangsung sebagaimana hari biasa. Hanya saja, teknis pemberian makanan akan menyesuaikan momentum bulan suci agar tidak mengganggu aktivitas ibadah para siswa.

Respons atas kebijakan tersebut datang dari Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo. Ia menilai program ini tetap penting, namun perlu penyesuaian jenis menu. Menurut politisi Partai Gerindra itu, makanan yang dibagikan sebaiknya berupa sajian kering yang bisa dimanfaatkan saat berbuka puasa.

“Pada intinya MBG di bulan suci Ramadhan kan terus berjalan ya, kami menghimbau agar pemberian MBG untuk anak-anak sebaiknya makanan kering saja untuk menu buka puasa seperti makanan kering salah satunya ya roti ya,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Ginanjar juga mengingatkan agar SPPG di Kota Malang tidak sekadar menjalankan distribusi, tetapi mampu berinovasi. Ia mendorong variasi menu supaya siswa tidak merasa jenuh sekaligus membuka ruang keterlibatan pelaku usaha mikro di sekitar sekolah.

“SPPG di Kota Malang harus lebih kreatif untuk mendistribusikan MBG ini agar tidak membosankan. Selain itu dengan menu yang variatif juga dapat membantu UMKM masyarakat dalam memenuhi suplai kebutuhan dapur,” katanya.

Ia turut menyinggung kemungkinan adanya kendala bahan baku di lapangan. Jika terjadi kelangkaan komoditas tertentu, menurutnya, pengelola program perlu sigap mencari substitusi dengan nilai gizi yang setara.

“Misalkan ada kelangkaan susu, bisa diganti dengan produk lain yang mempunyai kandungan gizi yang sama, seperti kacang hijau, kedelai, atau buah degan,” tandasnya.

Di sisi lain, pandangan berbeda sebelumnya disampaikan anggota Komisi A DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, Ustadz Rokhmad. Ia mengusulkan agar program MBG dihentikan sementara selama Ramadhan. Alasannya, pembagian makanan di siang hari dikhawatirkan mengganggu kekhusyukan anak-anak yang berpuasa.

“Makan bergizi untuk anak-anak sangat penting, agar tumbuh kembang mereka menjadi baik sehingga jadi generasi yang kuat dan tangguh, namun dalam tubuh manusia ada jasmani dan rohani, Alhamdulillah ada diantara 12 bulan ada Ramadhan umat Islam diwajibkan untuk berpuasa menahan diri tidak makan dan minum mulai terbit fajar hingga adzan magrib,” tuturnya.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan dinamika kebijakan publik di Kota Malang. Di satu sisi, pemenuhan gizi anak tetap menjadi prioritas. Di sisi lain, sensitivitas terhadap nilai ibadah di bulan Ramadhan juga menjadi pertimbangan. Kini, pelaksanaan teknis di lapangan akan menjadi kunci agar program sosial tersebut tetap berjalan tanpa mengurangi makna puasa bagi para siswa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *