=========================================

Riyoyoan UIBU Jadi Momentum Silaturahmi dan Apresiasi Peran Pegawai dalam Mencetak Generasi Unggul

banner 120x600

PENAJATIM – Ratusan dosen dan tenaga kependidikan menghadiri kegiatan Riyoyoan Keluarga Besar Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan di Kampus C UIBU. Agenda ini tidak hanya menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan institusi yang selama ini ditopang oleh dedikasi para pegawai.

Sejak awal kegiatan, terlihat antusiasme tinggi dari para peserta. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa perjalanan UIBU tidak terlepas dari dharma bakti dosen maupun tenaga kependidikan yang selama ini menyumbangkan tenaga dan pemikiran demi keberlangsungan kampus. Peran tersebut tidak hanya menjaga operasional institusi, tetapi juga menjadi pilar dalam menghadirkan pembelajaran akademik yang bermutu guna mencetak generasi unggul sebagai penerus bangsa.

Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi seluruh civitas akademika. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dan kelancaran operasional kampus selama ini merupakan hasil kerja bersama yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

“Saya selaku pimpinan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dharma bakti, partisipasi, dan sumbangsih tanpa lelah dari para dosen dan tenaga kependidikan yang telah menjaga jalannya universitas ini dengan baik, sekaligus menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas bagi mahasiswa,” ujarnya.

0-0x0-0-0#

Dalam momen tersebut, Nurcholis juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar UIBU. Ia mengakui bahwa dalam menjalankan kepemimpinan, tidak terlepas dari berbagai kekurangan.

“Dalam kesempatan riyoyoan ini, kami mewakili pimpinan memohon maaf lahir dan batin. Tentu banyak kesalahan yang mungkin terjadi selama kami menjalankan amanah ini, dan kami berharap dapat dimaafkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam membangun relasi di lingkungan kerja. Menurutnya, keakraban tetap perlu dijaga, namun harus berada dalam batas yang proporsional agar tidak menimbulkan persoalan.

“Silaturahmi itu penting sebagai sarana saling mengenal dan mempererat kebersamaan. Tetapi tetap harus dijaga porsinya, jangan sampai kedekatan itu justru melampaui batas yang seharusnya,” tegasnya.

Ia juga menilai tradisi riyoyoan memiliki makna penting sebagai pengingat nilai-nilai kebersamaan sekaligus sarana mengenalkan lingkungan kampus kepada keluarga pegawai, termasuk anak dan cucu.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak dan cucu kita bisa mengenal lingkungan kampus. Ini penting agar tumbuh rasa memiliki terhadap institusi,” tambahnya.

Suasana semakin meriah ketika dalam kegiatan tersebut juga dibagikan uang saku kepada keluarga besar UIBU. Anak-anak, cucu pegawai, serta ibu hamil dan menyusui turut menerima perhatian dalam bentuk tersebut. Momen ini menjadi simbol kepedulian sekaligus penguat ikatan kekeluargaan di lingkungan kampus.

Melalui riyoyoan ini, UIBU tidak hanya merawat tradisi silaturahmi, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya peran seluruh pegawai dalam memajukan kampus, menjaga kualitas pendidikan, serta membangun generasi unggul yang siap menjadi penerus bangsa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *