MALANG, PENAJATIM.COM – Lapas Kelas I Malang menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di halaman Museum Pendjara Lowokwaroe sebagai langkah percepatan pelaksanaan program ketahanan pangan Pemasyarakatan Jawa Timur, Selasa (6/1/2026). Sidang ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti kebutuhan tenaga kerja pembinaan di pusat ketahanan pangan SAE L’SIMA Ngajum.
Sebanyak 28 warga binaan diajukan dalam sidang tersebut untuk dinilai kelayakannya mengikuti program asimilasi di luar lapas. Dari hasil pembahasan dan penilaian seluruh anggota TPP, sebanyak 21 warga binaan dinyatakan memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
Warga binaan yang disetujui tersebut selanjutnya akan menjalani asimilasi di luar lapas dengan melaksanakan pembinaan sekaligus bekerja di SAE L’SIMA Ngajum. Penempatan dilakukan secara terukur sesuai minat dan kemampuan warga binaan pada berbagai bidang kegiatan, seperti pertanian, perikanan, hingga peternakan.
Kalapas Malang, Teguh Pamuji, menegaskan bahwa Sidang TPP ini merupakan langkah strategis percepatan di awal tahun untuk mendukung program ketahanan pangan. “Sidang TPP ini adalah percepatan awal tahun agar program ketahanan pangan di SAE L’SIMA Ngajum dapat segera berjalan maksimal dengan dukungan sumber daya manusia yang siap,” ujarnya.
Teguh menambahkan bahwa SAE terus didorong menjadi pusat pembinaan yang produktif dan berdampak nyata. Menurut beliau, keterlibatan warga binaan dalam berbagai sektor di SAE juga menjadi sarana pembinaan kemandirian yang terarah. “Kami ingin SAE tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat kontribusi nyata Pemasyarakatan bagi ketahanan pangan,” tuturnya.
Sebagai informasi, sidang TPP merupakan langkah strategis guna optimalisasi SAE L’SIMA Ngajum karena banyak program ketahanan pangan, namun WBP yang melaksanakan asimilasi akhir tahun kemarin banyak yang bebas dan menyisakan 12 orang saja. 21 warga binaan yang disetujui diharapkan dapat mendorong peran SAE sebagai Pusat Ketahanan Pangan Pemasyarakatan Jatim.
SAE L’SIMA Ngajum sendiri telah menunjukkan potensinya sebagai pusat ketahanan pangan, dengan berbagai komoditas sayur yang telah dihasilkan, seperti tomat, terong, pisang, dan kobis. Bahkan, kobis manis SAE L’SIMA telah menembus pasar ekspor hingga ke Taiwan. (Zai).

















