Ijazah Jokowi Kembali Dipersoalkan, Mantan Ketua Komisi III DPR RI Sebut Roy Suryo Buat Gaduh

Mantan Ketua Komisi III DPR RI Pieter Cannys Zulkifli saat berada di Polresta Malang Kota, Selasa (22/04/2025).
banner 120x600

MALANGKOTA, PENAJATIM.COM – Sempat mereda, kini polemik dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat. Sejumlah tokoh meragukan keaslian ijazah alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Salah satunya Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang mengambil sikap ketidakpercayaan pada keaslian ijazah Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Ketua Komisi III DPR RI Pieter Cannys Zulkifli menyebut, sikap pakar telematika itu membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya, prinsip hukum Actori Incumbit Probatio (barang siapa mendalilkan sesuatu hak, maka dia harus membuktikan dalilnya itu).

Pieter mengatakan, seharusnya elit politik yang sejak awal punya agenda gaduh di Tanah Air perlu dikritisi.

“Kita perlu kepastian hukum, bukan narasi gaduh yang terus diputar ulang. Edukasi publik itu penting agar masyarakat tidak dijadikan alat permainan politik oleh segelintir elite yang gemar membuat suasana gaduh,” kata Pieter usai bertemu Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, Selasa (22/4/2025).

Ketika disinggung terkait langkah hukum, Pieter mengaku bersiap mengambil langkah hukum. Namun begitu pihaknya masih akan mendalami delik hukum yang akan dilayangkan ke Roy Suryo.

“Kalau itu sedang didalami, kita tunggu arah mainnya. Ya secepatnya, kalau sekarang no comment dulu,” jelasnya.

Dengan kegaduhan yang terus diulang-ulang ini Pieter berharap masyarakat bisa mendapat edukasi dan tidak dijadikan komoditi kelompok elit untuk tujuan tertentu.

“Poinnya masyarakat itu harus dapatkan edukasi yang baik. Jadi harus mendapatkan perhatian agar tidak terus dihasut sekolompok orang, yang rugi tetep rakyat,” tegasnya.

Pieter menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan menjauhi narasi yang tidak berdasar. Ia berharap masyarakat bisa membedakan antara kritik yang konstruktif dan manuver politik yang mengganggu.

Ia juga mencoba memberikan masukan agar semua pihak terlibat aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tidak mudah diprovokasi dan dijadikan komoditas politik oleh elit-elit yang selama ini punya kebiasaan membuat gaduh dan kekacauan.

“Masyarakat harus mendapatkan edukasi yang baik, masyarakat kita harus mendapatkan perhatian agar tidak terus dihasut dan dijadikan komoditas politik oleh sekelompok orang yang selama ini justru tidak punya kontribusi terhadap bangsa dan negara,” tandasnya. (Ris).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *