=========================================

Dari Gasing sampai Pohon Ucapan: Lowokwaru Rayakan HUT Kota Malang Lewat Kreativitas

Dari Gasing sampai Pohon Ucapan: Lowokwaru Rayakan HUT Kota Malang Lewat Kreativitas, Minggu (10/5/2026).
banner 120x600

MALANG, PENAJATIM.COM – Dari permainan Gasing dan Dakon hingga Pohon Ucapan, Kecamatan Lowokwaru merayakan HUT ke-112 Kota Malang lewat pesta kreativitas tanpa batas.

Perhelatan bertajuk “Merangkai Potensi Anak, Perempuan, Lansia, dan Penyandang Disabilitas serta Pelaku UMKM” itu digelar di halaman kantor Kecamatan Lowokwaru, sebagai wujud “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”.

Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo, menyebut acara ini sekaligus monitoring dan evaluasi atas berbagai bimtek dan pelatihan yang telah dijalankan di 12 kelurahan.

“Kami merangkum semua hasil pelatihan dan potensi yang ada di kelurahan melalui lomba-lomba kreativitas ini. Temanya adalah ‘Harmoni Kreativitas Tanpa Batas, Menuju Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas’,” ujar Rudi di lokasi.

Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo saat meninjau lomba melukis pot.

Lowokwaru menyulap lomba jadi sarana pemberdayaan berkelanjutan. Jika biasanya ucapan selamat pakai banner sekali pakai, kini peserta ditantang Lomba Merangkai Pohon Ucapan agar media itu tetap punya manfaat estetika meski acara usai.

Ada pula Lomba Melukis Pot Bunga untuk lansia yang mengedepankan nilai guna jangka panjang. Untuk perempuan, digelar lomba kreasi pohon ucapan.

Anak-anak diajak kembali ke akar budaya lewat lomba permainan tradisional Gasing dan Dakon. “Ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mengasah keterampilan dan kemampuan motorik anak,” jelas Rudi.

Puncak acara jadi milik penyandang disabilitas. Mereka diberi panggung menampilkan bakat seni dan tari. Langkah ini sejalan dengan visi besar Camat Rudi untuk menghapus label negatif.

“Harapan kami ke depan, kreativitas kelompok yang selama ini disebut ‘masyarakat rentan’ bisa lebih terlihat. Kami ingin mereka tidak lagi dianggap rentan, tapi mampu tampil, hidup, dan berjuang setara dengan masyarakat lainnya,” tegasnya.

Semangat HUT Kota Malang makin terasa dengan hadirnya hampir 100 pelaku UMKM dari Tulusrejo dan sekitarnya. Sejak pukul 06.30 WIB, stan bazar sudah dipadati warga. Meski tenda terbatas, kolaborasi 12 kelurahan membuktikan ekonomi kerakyatan Lowokwaru solid dan “Mbois Berkelas”.

Rudi menegaskan kegiatan ini implementasi tema HUT ke-112 Kota Malang. “Ngalam Melintas” lewat kreativitas lintas kelompok yang inklusif. Bergerak Tuntas lewat sinergi lomba dan bazar UMKM 12 kelurahan. Mbois Berkelas lewat produk lokal yang berdaya saing.

“Ini kelanjutan kegiatan tahun lalu. Mari terus dukung kegiatan positif, perkuat gotong royong, dan cintai produk lokal dengan aktif di bazar UMKM,” ajak Rudi. (Zai).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *