=========================================
Berita  

Lapas Malang Dinilai Jadi Bukti Sukses Pembinaan dan Program Magang Nasional

banner 120x600

PENAJATIM – Program magang nasional yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mencatat capaian terbesar di Indonesia. Sebanyak 39.496 formasi magang dibuka di seluruh satuan kerja Pemasyarakatan dan Imigrasi, menjadikan Kemenimipas sebagai penyelenggara dengan usulan pemagangan terbanyak secara nasional.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, , saat melakukan kunjungan kerja ke , Kamis (7/5/2026). Dalam kunjungan itu, Chris menilai Lapas Malang menjadi contoh keberhasilan pembinaan warga binaan yang terintegrasi dengan program magang dan pelatihan kerja.

“Kami sangat mengapresiasi Kemenimipas karena menjadi penyelenggara magang dengan usulan formasi pemagangan terbanyak se-Indonesia. Lapas Malang ini bukti program pembinaan berjalan dan magang Kemnaker berdampak langsung,” ujar Chris.

Rombongan Kementerian Ketenagakerjaan disambut tarian dari CPNS Pemasyarakatan serta pengalungan syal batik tulis hasil karya warga binaan. Chris hadir bersama Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Firmanuddin dan Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus Anggun Sintana.

Dari jajaran Pemasyarakatan, turut mendampingi Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur M. Ulin Nuha, Kalapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Korwil Malang. Kegiatan tersebut juga diikuti peserta magang Kemnaker dari Lapas Malang, Bapas Malang, hingga warga binaan.

Suasana semakin hangat ketika Chris menerima lukisan wajah dirinya yang dibuat langsung oleh warga binaan Lapas Malang. Ia tampak antusias dan meminta bertemu dengan pembuat lukisan tersebut. Menurutnya, karya itu menunjukkan keberhasilan pembinaan keterampilan di dalam lapas.

“Ini gambaran nyata keberhasilan pembinaan kemandirian. Bakat, keterampilan, dan kreativitas warga binaan berkembang,” katanya.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi agenda monitoring pelaksanaan program magang Kemnaker dan sosialisasi aplikasi SIAPkerja kepada peserta magang maupun warga binaan. Chris menjelaskan, program magang tidak hanya berorientasi pada praktik kerja, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi untuk memasuki dunia kerja.

“Magang bukan sekadar praktik. Ini bekal kemampuan, kualitas, dan sertifikasi,” tegasnya.

Ia juga mengaku ingin mendengar langsung pengalaman dan harapan peserta magang terkait masa depan mereka setelah mengikuti program tersebut. Karena itu, usai meninjau area pembinaan kemandirian dan sentra pelatihan kerja, Chris berdialog langsung dengan peserta magang Pemasyarakatan Malang Raya.

Plh. Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, , menyebut program magang telah membantu penguatan layanan Pemasyarakatan sekaligus membuka ruang pemberdayaan tenaga kerja melalui platform SIAPkerja.

“Program ini langkah nyata menyiapkan SDM produktif, baik peserta magang maupun warga binaan yang kembali ke masyarakat,” ujar Ulin Nuha.

Dalam dialog tersebut, Chris juga berpesan agar peserta magang memanfaatkan kesempatan yang ada secara maksimal, termasuk mengelola uang saku dengan bijak sebagai bekal menghadapi dunia kerja ke depan.

“Jangan boros ya, uang saku bisa ditabung dan disiapkan untuk jenjang ke depan sebagai persiapan dalam dunia kerja,” pesannya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Kemnaker, Pemasyarakatan, dan peserta magang. Momen itu menjadi simbol penguatan sinergi antara Kemenimipas dan Kemnaker dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, produktif, dan siap kerja.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *