=========================================
Berita  

Aksi Nyata Haji Ikhsan, Tebar 8 Ton Beras untuk Warga Malang, Menguatkan Guyub Rukun di Tengah Kebutuhan

H Mohammad Ikhsan (74), sosok yang dikenal sederhana dan bersahaja, menyalurkan lebih dari 8 ton beras kepada masyarakat di kawasan Arjosari dan sekitarnya.
banner 120x600

MALANG, PENAJATIM – Kota Malang kembali disapa kabar hangat dari aksi sosial seorang warga yang memilih berbagi di tengah meningkatnya kebutuhan hidup. H Mohammad Ikhsan (74), sosok yang dikenal sederhana dan bersahaja, menyalurkan lebih dari 8 ton beras kepada masyarakat di kawasan Arjosari dan sekitarnya. Kegiatan ini dipusatkan di Musholla Al Ikhlas, Jalan Teluk Mandar, dan menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang terus ia rawat dari tahun ke tahun.

Jumlah bantuan yang disalurkan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Jika dikonversikan, nilai beras yang dibagikan mencapai kisaran Rp150 juta hingga Rp175 juta. Namun bagi Ikhsan, angka bukanlah hal utama. Ia menekankan bahwa harta sejatinya hanyalah titipan, sementara nilai yang dibawa hingga akhir kehidupan adalah sedekah yang memberi manfaat bagi orang lain.

“Sekarang alhamdulillah bisa lebih dari 8 ton. Rezeki agak lumayan, kita bagi ke masyarakat. Kalau diuangkan ya sekitar 150 sampai 175 jutaan,” ujarnya.

Distribusi bantuan tidak hanya terfokus di satu wilayah. Warga dari Arjosari, Pakis, Jabung, hingga Lesanpuro turut merasakan manfaatnya. Setiap wilayah menerima alokasi berbeda, mulai dari 50 hingga 200 kepala keluarga, dengan total keseluruhan mencapai 8 ton beras. Pola penyaluran dilakukan melalui koordinasi RT dan koordinator wilayah agar bantuan tepat sasaran.

Ikhsan juga melibatkan perangkat lingkungan dalam proses pendataan. Setiap RT diberi kuota tertentu untuk menentukan penerima yang benar-benar membutuhkan. Cara ini dinilai efektif karena RT memahami kondisi warganya secara langsung.

“ini juga kami distribusikan ke berbagai daerah, seperti Jabung, Tumpang, Blimbing, Sukun hingga daerah Pujon. Semoga ini dapat menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ketua RT 3 RW 3 Kelurahan Arjosari, Hasim, menyebut tahun ini jumlah bantuan yang diterima meningkat signifikan. Dari sebelumnya 20 kupon, kini menjadi 30 kupon per RT. Dalam satu RW dengan tujuh RT, total bantuan mencapai 210 paket beras.

“Kami diberi 30 kupon per RT. Langsung kami bagikan ke warga yang benar-benar membutuhkan. Tahun ini meningkat dari sebelumnya, alhamdulillah,” kata Hasim yang berusia 61 tahun.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Ikhsan yang telah menjalankan kegiatan ini selama kurang lebih tujuh tahun. Menurutnya, peningkatan jumlah bantuan menjadi tanda bahwa kepedulian tersebut terus tumbuh seiring bertambahnya rezeki.

Bagi Ikhsan, aksi berbagi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari perjalanan spiritual. Ia meyakini bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan membahagiakan orang lain, bukan pada menumpuk harta.

“Kalau harta hanya untuk diri sendiri, tidak ada artinya. Yang kita bawa nanti itu sedekah. Harapan saya, orang-orang yang mampu bisa meniru, bukan untuk pamer, tapi untuk menyenangkan umat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa berbagi tidak harus menunggu momen hari raya. Selama ada rezeki, menurutnya, kesempatan untuk berbuat baik selalu terbuka. Prinsip inilah yang ia pegang, sekaligus pesan moral yang ingin ia tularkan kepada masyarakat luas.

Di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks, aksi seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Semangat guyub rukun yang digaungkan Ikhsan terasa nyata, bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan konkret yang menyentuh langsung kehidupan warga.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *