MALANG, PENAJATIM.COM – Mushola NU Al Ikhlas, Jl Teluk Mandar, Arjosari, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, menggelar khataman Al-Qur’an 30 juz dan santunan pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini diprakarsai oleh H. Muhammad Ikhsan dan diikuti para jamaah yang rata – rata kasih remaja.
HM Ikhsan juga berbagi pengalaman spiritualnya selama Ramadan, menekankan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Khataman Al-Qur’an bukan hanya membaca, tapi juga memaknai dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar pria yang akrab disapa Abah Ikhsan.
Selain khataman Al Qur’an, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan sebagai bentuk kepedulian sosial, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan motivasi bagi penerima.

Khataman Al-Qur’an adalah momen penting bagi umat Muslim, di mana mereka berkumpul untuk memohon ampunan dan memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Sebagaimana diketahui, HM Ikhsan merupakan sosok pria dermawan asal Arjosari Kota Malang. Ia merupakan pemilik sekaligus pendiri Pasar Rakyat di Arjosari, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Jawa Timur.
Berkat kepemimpinannya, pasar rakyat yang dikelolanya sejak 2005 ini mampu bertahan hingga saat ini dengan jumlah 100 pedagang. Selain itu, ia juga mendirikan Musholla Al Ikhlas dikawasan Perum Araya. Mushola itu pun penuh dengan inspirasi. Sebab, pembangunan Musholla Al Ikhlas tanpa bantuan pihak lain. Disamping itu, juga ada satu unit mobil ambulance Al Ikhlas juga tersedia untuk umum.
Dibalik kesuksesan beliau, ada cerita menarik dan memotivasi dari sosok pria asal Arjosari, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Jawa Timur tersebut.

Haji Muhamad Ikhsan yang merupakan putra ketiga dari enam bersaudara, pasangan almarhum Lajid dan almarhumah Kasemi. Lima saudaranya semuanya adalah perempuan.
Sebagai anak laki-laki, ikhsan dimasa mudanya telah melalang buana. Maklum, kehidupan kala itu, keluarga Ikhsan bisa dibilang keluarga kurang beruntung.
Hingga akhirnya, pria pemilik nama lengkap Muhamad Ikhsan atau dikenal dengan panggilan “Abah Ikhsan” ini bisa jadi inspirasi bagi kita semua
Jika dilihat sekilas, pria kelahiran Arjosari Malang 1 Januari 1953, Provinsi Jawa Timur ini memang tampak garang.
Namun, siapa sangka, di balik parasnya tersebut, Abah Ikhsan ternyata murah senyum dan bahkan mempunyai jiwa sosial yang tinggi. (lil).


















