Breaking News
Bukan Sekadar Bantuan, BRI Kediri Dampingi 20 Keluarga Mustahik Setiap Pekan KEDIRI – Pendampingan kepada keluarga mustahik di Kediri dilakukan secara rutin, bukan hanya melalui pemberian bantuan. BRI Kediri bersama YBM BRILiaN menjalankan pembinaan kepada 20 keluarga melalui pertemuan yang digelar setiap minggu. Kegiatan berlangsung di Rumah Joglo, Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Materi pendampingan mencakup dua aspek, yakni penguatan spiritual dan kemampuan mengelola keuangan keluarga. Pada aspek spiritual, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap bersyukur, bertanggung jawab, saling mendukung dalam keluarga, serta memiliki tujuan hidup menjadi bagian dari pembinaan. Sementara dari sisi finansial, peserta belajar menyusun perencanaan keuangan, mengatur pendapatan dan pengeluaran, serta menyiapkan tabungan. Peserta juga dibekali pemahaman untuk membedakan kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumtif dan pengelolaan utang yang tidak sehat turut menjadi materi agar keluarga dapat membangun kebiasaan finansial yang lebih terukur. Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, konsistensi pendampingan menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan. “Melalui YBM BRILiaN, kami ingin pendampingan yang diberikan dapat menyentuh kebutuhan keluarga secara lebih menyeluruh. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual yang dapat menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dengan pertemuan yang dilakukan secara berkala, peserta memiliki kesempatan untuk mempelajari materi secara bertahap dan menerapkannya di lingkungan keluarga. “Kami berharap 20 keluarga mustahik yang mengikuti kegiatan ini semakin kuat secara spiritual dan semakin bijak dalam mengelola keuangan. Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, harapannya mereka dapat membangun keluarga yang lebih tangguh, memiliki perencanaan yang baik, dan secara bertahap semakin berdaya serta mandiri,” kata Adi. Kembali Independen, The Changcuters Bawa Album Baru ke Malang Keributan di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Bibir Zulham Mubarok Berdarah 98 Persen Lulusan UIBU Bekerja, Kampus Bidik Status World Class Entrepreneurship UIBU Apresiasi Puluhan Wisudawan Berprestasi, Rektor: Mereka Wajah Kampus

Ketua MPR Nilai Ambang Batas Parlemen 7 Persen Terlalu Tinggi untuk Pemilu 2029

Ketua MPR Ahmad Muzani.
banner 120x600

JAKARTA, PENAJATIM.COM – Usulan kenaikan ambang batas parlemen dari 4% menjadi 7% untuk Pemilu 2029 memicu perdebatan. Ketua MPR Ahmad Muzani menilai angka 7% terlalu tinggi dan berpotensi memberatkan partai politik, terutama yang masih berkembang. “Tidak ringan untuk dicapai,” katanya, saat ditemui di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta.

Muzani tetap mendukung ambang batas parlemen untuk menjaga efektivitas sistem kepartaian dan kinerja parlemen. Ia menekankan bahwa besaran ambang batas akan bergantung pada kebutuhan dan kesepakatan politik di DPR.

Partai NasDem sebelumnya mengusulkan kenaikan ini untuk menyederhanakan sistem multipartai. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin mengungkapkan, pembahasan RUU Pemilu akan bergulir pada 2026. Ambang batas parlemen jadi salah satu isu krusial, setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan penyesuaian ketentuan ambang batas parlemen sebelum Pemilu 2029. (Nico).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *