MALANG, 10 September 2026 – Wisuda di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang tak hanya menjadi seremoni pengukuhan lulusan. Setelah prosesi akademik berlangsung, suasana perayaan turut dihidupkan dengan hiburan yang melibatkan wisudawan, keluarga, dan sivitas akademika.
Konsep tersebut kembali terlihat dalam wisuda UIBU, Kamis (10/9/2026). Tahun ini, grup musik asal Yogyakarta, Guyon Waton, hadir sebagai pengisi acara dan menjadi salah satu magnet dalam perayaan kelulusan tersebut.
Bagi UIBU, menghadirkan hiburan dalam rangkaian wisuda bukan konsep yang baru muncul belakangan. Tradisi itu telah dijalankan sejak 2007 dan terus mengalami pengembangan mengikuti perubahan zaman serta karakter mahasiswa.
Rektor UIBU Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., mengatakan kemasan wisuda yang meriah telah menjadi bagian dari perjalanan kampus selama hampir dua dekade.
“Sejak 2007, UIBU sudah punya semangat menghadirkan wisuda yang meriah dan berkesan. Kami terus mengembangkan konsepnya dari tahun ke tahun sesuai dengan zamannya. Bagi kami, wisudatainment sudah menjadi bagian dari perjalanan UIBU,” kata Nurcholis.
Meski menghadirkan hiburan, UIBU tetap menempatkan prosesi akademik sebagai bagian utama. Pengukuhan lulusan dan penghormatan kepada orang tua tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.
“Kesakralan wisuda tetap kami jaga. Hiburan hadir sebagai bagian dari perayaan setelah mahasiswa menyelesaikan perjuangan panjangnya. Kami ingin para wisudawan pulang membawa kebahagiaan dan kenangan yang baik dari kampusnya,” ujarnya.
Kehadiran Guyon Waton pada wisuda tahun ini sekaligus memberi warna berbeda dalam perayaan. Grup tersebut dikenal melalui karya musik berbahasa Jawa yang memiliki kedekatan dengan pendengar dari kalangan generasi muda.
UIBU memilih konsep hiburan yang dinilai dapat membangun suasana kebersamaan antara lulusan, keluarga, dan lingkungan kampus. Musik dan kreativitas ditempatkan sebagai bagian dari perayaan setelah mahasiswa menuntaskan pendidikan tingginya.
Menurut Nurcholis, semakin banyak perguruan tinggi yang mengembangkan konsep wisuda dengan sentuhan hiburan merupakan perkembangan positif. Ia menilai setiap kampus memiliki pendekatan masing-masing dalam menciptakan pengalaman yang berkesan bagi lulusannya.
“Kalau sekarang banyak kampus menghadirkan konsep yang serupa, tentu kami menyambutnya dengan baik. Artinya, ada semangat yang sama untuk membuat wisuda semakin berkesan. UIBU sendiri sudah menjalani tradisi ini sejak 2007 dan akan terus melakukan inovasi,” tuturnya.
Dalam perjalanannya sejak 2007, bentuk wisudatainment di UIBU terus berubah, baik dari sisi kemasan maupun pilihan hiburan. Penyesuaian tersebut dilakukan tanpa menghilangkan unsur akademik yang menjadi inti prosesi wisuda.

















