Tren Matcha Jadi Peluang Bisnis, PPJI Malang Raya Edukasi 60 Pelaku Usaha F&B

banner 120x600

PENAJATIM – Popularitas matcha di kalangan konsumen muda mulai dilihat sebagai peluang pengembangan produk oleh pelaku usaha kuliner di Malang Raya. Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Malang Raya bersama Intibev menggelar Matcha Experience & Creative Workshop untuk memperkenalkan potensi bisnis dari olahan matcha.

Kegiatan yang berlangsung di Resto Ayam Goreng Balaikota, Selasa (1/9/2026), tersebut diikuti sekitar 60 pelaku usaha food and beverage (F&B). Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai matcha, tetapi juga diajak memahami teknik pengolahan hingga perhitungan bisnis sebelum sebuah produk dipasarkan.

Ketua PPJI Malang Raya, Reza Adi Pratama, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memberikan edukasi sekaligus memperluas jejaring pelaku usaha kuliner dan catering.

Kami ingin membangun networking yang kuat di antara pengusaha kuliner dan catering. Kami ingin me-support pertumbuhan industri kuliner dan catering di Malang supaya bisa lebih berkembang,” kata Reza.

Menurut Reza, tingginya minat terhadap matcha, khususnya di kalangan generasi muda, dapat dimanfaatkan pelaku usaha dengan menghadirkan varian berbasis matcha dalam menu mereka.

Permintaannya sedang tinggi, sedang hype ini matcha, sehingga bisa ditangkap oleh para pelaku usaha kuliner di Malang untuk memasukkan matcha ke dalam menunya,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi Matcha Knowledge untuk mengenali karakter matcha serta pemanfaatannya. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik Matcha Whisking Techniques agar peserta memahami teknik mengolah dan mengocok matcha.

Tidak berhenti pada teknik dasar, peserta juga mengikuti Signature Recipe Demo. Sesi tersebut memperlihatkan sejumlah kreasi menu berbahan matcha yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan kafe, restoran maupun usaha catering.

Aspek bisnis turut menjadi perhatian melalui materi HPP & Profit Simulation. Peserta diajak menghitung harga pokok produksi sekaligus melakukan simulasi keuntungan sehingga pengembangan menu tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga mempertimbangkan kelayakan usaha.

Workshop juga memperkenalkan Tea Series & Ube Creation sebagai alternatif pengembangan produk minuman. Konsep tersebut memberikan gambaran kepada pelaku F&B mengenai kemungkinan mengombinasikan teh dan ube dalam menciptakan menu baru.

Reza menyebut jumlah peserta workshop kali ini lebih besar dibandingkan jumlah anggota PPJI Malang Raya yang saat ini tercatat sekitar 20 orang. Ia berharap kegiatan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha F&B lainnya untuk bergabung dan memperluas jaringan organisasi.

Direktur Intibev, Han Sulistyo, menilai potensi pasar matcha masih cukup besar. Salah satu faktor pendorongnya adalah tingginya ketertarikan generasi Z dan generasi Alpha terhadap produk maupun budaya Jepang.

Han mengatakan matcha memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan menjadi berbagai produk, bukan hanya minuman.

Matcha yang kami tawarkan mempunyai keunikan yang bisa digunakan dalam berbagai macam segmentasi, untuk membuat kue, minuman dalam bentuk kopi matcha, cokelat matcha maupun susu atau matcha latte,” kata Han.

Ia menilai keberadaan menu berbasis matcha juga dapat menjadi pelengkap bagi coffee shop maupun restoran yang selama ini mengandalkan produk kopi. Namun, penentuan jenis matcha harus disesuaikan dengan segmen konsumen yang dibidik.

Intibev sendiri menyediakan sejumlah grade matcha, mulai dari matcha latte, culinary, premium hingga ceremonial. Menurut Han, pemilihan grade tersebut berkaitan dengan positioning produk dan harga jual yang hendak ditetapkan.

Segmentasi pasar ini penting. Memposisikan harga matcha itu harus tepat,” ujarnya.

Han menambahkan, popularitas matcha di kalangan anak muda turut dipengaruhi semakin mudahnya mereka mengenal budaya Jepang melalui perjalanan, media sosial, anime dan berbagai platform digital.

Karena itu, edukasi kepada pelaku usaha dinilai penting agar tren matcha tidak berhenti sebagai fenomena konsumsi. Pelaku F&B diharapkan mampu mengolah tren tersebut menjadi produk yang memiliki konsep, target pasar dan perhitungan keuntungan.

PPJI Malang Raya pun berencana melanjutkan kegiatan edukasi dengan menggandeng berbagai pihak. Materi yang akan diberikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan inovasi produk, tetapi juga menyentuh aspek legalitas usaha, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal dan PIRT.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *