Berita  

500 Linmas hingga Mahasiswa Dikerahkan, DLH Kota Malang Dorong Indonesia ASRI Jadi Kebiasaan Warga

banner 120x600

PENAJATIM – Upaya menjaga kebersihan Kota Malang mulai diarahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Melalui Gerakan Nasional Aksi Indonesia ASRI, DLH ingin membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, mulai dari memilah sampah di rumah hingga menjaga kebersihan lingkungan tingkat RT dan kelurahan.

Arah tersebut terlihat dalam pencanangan Gerakan Indonesia ASRI di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jumat (10/7/2026). Sekitar 500 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) bersama kader lingkungan, mahasiswa, dan aparatur sipil negara (ASN) terlibat langsung dalam aksi kebersihan di sejumlah titik.

Kawasan Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, sekolah dasar, hingga tempat ibadah menjadi sasaran kegiatan bersih-bersih. Selain aksi lapangan, dalam pencanangan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sarana pengelolaan sampah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menilai keterlibatan ratusan orang dalam aksi tersebut baru menjadi langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana semangat yang muncul dalam satu kegiatan dapat diteruskan menjadi kebiasaan masyarakat.

“Selain menerima bantuan peralatan kebersihan, sekitar 500 anggota Linmas bersama kader lingkungan, mahasiswa, dan ASN melaksanakan aksi bersih-bersih di kawasan Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, sekolah dasar, hingga tempat ibadah,” kata Gamaliel dalam program Malang Menyapa, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, persoalan kebersihan kota tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting karena sebagian besar aktivitas yang menghasilkan sampah berlangsung setiap hari di lingkungan tempat tinggal.

Karena itu, DLH mendorong gerakan tersebut diterjemahkan dalam aktivitas yang lebih dekat dengan masyarakat. Kerja bakti, pembersihan sungai, penghijauan, hingga pengelolaan lingkungan di tingkat RT dan kelurahan dinilai perlu menjadi bagian dari rutinitas warga.

“Setiap warga dapat menjadi agen perubahan dengan mengajak keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitarnya menerapkan gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Gamaliel menekankan bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai melalui aksi berskala besar. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dari rumah, menjaga lingkungan RT, serta membangun kepedulian bersama di tingkat kelurahan justru menjadi fondasi bagi pengurangan timbulan sampah kota.

“Ketika setiap rumah mulai memilah sampah, setiap RT menjaga kebersihan, dan setiap kelurahan bergerak bersama, maka akan tercipta perubahan besar bagi kota bahkan Indonesia,” lanjutnya.

Bagi DLH, pendekatan tersebut penting karena persoalan sampah tidak hanya berada di tempat pembuangan akhir. Sampah yang sudah tercampur sejak dari sumber akan semakin sulit dikelola ketika masuk ke rantai pengolahan berikutnya.

Gerakan Indonesia ASRI kemudian diarahkan untuk memperkuat kesadaran tersebut. Pemerintah tidak hanya membutuhkan masyarakat yang bersedia ikut membersihkan lingkungan ketika ada kegiatan, tetapi juga warga yang secara konsisten mengurangi dan mengelola sampah dari sumbernya.

Karena itu, keberlanjutan gerakan menjadi ukuran yang lebih penting dibandingkan jumlah peserta dalam satu aksi. Keterlibatan 500 Linmas dan ratusan relawan dalam pencanangan diharapkan menjadi pemicu agar kebiasaan menjaga lingkungan menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

“Gerakan Indonesia ASRI akan berhasil apabila menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial. Lingkungan yang bersih, sehat, dan asri merupakan investasi terbaik bagi generasi yang akan datang,” tegas Gamaliel.

Dengan pendekatan tersebut, DLH Kota Malang menempatkan Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya sebagai agenda kebersihan kota, tetapi sebagai upaya membangun pola pengelolaan lingkungan yang dimulai dari masyarakat. Ukuran keberhasilannya bukan berhenti pada bersihnya kawasan setelah aksi, melainkan sejauh mana kebiasaan tersebut tetap berjalan ketika kegiatan resmi telah selesai.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *