JAKARTA, PENAJATIM – Mobilitas warga yang meninggalkan Jakarta menuju kampung halaman di Pulau Jawa mulai menunjukkan lonjakan tajam sejak Rabu (18/3) malam. Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan paling terasa di Tol Jakarta–Cikampek, jalur utama yang setiap tahun menjadi urat nadi arus mudik. Antrean kendaraan pribadi terpantau merayap sejak kilometer 7 hingga 29 pada Kamis dini hari, menandai bahwa puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Agus Suryonugroho, yang meninjau langsung kondisi dari Posko Command Center KM 29, menyebutkan jumlah kendaraan keluar Jakarta telah mencapai sekitar 42 persen dari total proyeksi. “Selasa kemarin tercatat 221 ribu kendaraan. Rabu malam ini kami proyeksikan menembus 250 ribu. Data final akan kami kunci pukul 06.00 pagi,” ujarnya. Agus menambahkan, meski rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan mulai KM 70 hingga KM 414, jalur arteri penunjang relatif masih lancar.
Polantas menurunkan personel tambahan di rest area dan titik rawan untuk mengantisipasi kelelahan pengemudi. “Jika lelah, silakan beristirahat di rest area atau keluar tol. Keselamatan tetap prioritas,” imbaunya. Ia menekankan kehadiran petugas bukan sekadar mengatur kendaraan, melainkan “membersamai” pemudik agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Peningkatan arus di jalur non-tol juga terpantau, efek samping pengalihan one way. Namun, secara umum kondisi terpantau terkendali. Pihak kepolisian mengingatkan pemudik mengecek kondisi kendaraan, membawa dokumen lengkap, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara.
Dengan volume kendaraan diperkirakan terus naik menjelang cuti bersama, Korlantas mengajak masyarakat merencanakan waktu keberangkatan lebih fleksibel dan memanfaatkan informasi real-time dari kanal resmi kepolisian. Harapannya, puncak kedua kepadatan—yang biasanya terjadi satu atau dua hari sebelum Lebaran—dapat terkelola tanpa insiden berarti. (Nico)


















