PENAJATIM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap berbagai isu yang beredar terkait kelangkaan bahan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah Kota Malang memastikan stok kebutuhan penting masih dalam kondisi aman.
Pesan itu disampaikan Wahyu setelah melakukan peninjauan langsung bersama jajaran pemerintah ke sejumlah titik distribusi. Mulai dari pasar tradisional, ritel modern, distributor, hingga penyedia BBM.
“Yang penting saya mohon kepada semua pihak ikut memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa tidak ada isu yang perlu memicu panic buying,” ujar Wahyu.
Dari hasil pengecekan lapangan, pemerintah tidak menemukan tanda-tanda kelangkaan. Ketersediaan BBM, LPG, hingga bahan pokok penting disebut masih terjaga.
Pemantauan dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya Pasar Sawojajar, pusat ritel modern seperti Hypermart, gudang distributor pangan, hingga lembaga penyedia cadangan pangan pemerintah, Badan Urusan Logistik. Rombongan juga mendatangi fasilitas distribusi milik Pertamina untuk memastikan pasokan energi tetap stabil.

“Hasil pengecekan menunjukkan ketersediaan BBM, LPG, dan bahan pokok penting di Kota Malang masih aman,” katanya.
Wahyu menilai lonjakan pembelian yang sempat terjadi beberapa waktu lalu lebih dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan dan potensi kenaikan harga.
Ia mencontohkan situasi saat kegiatan pasar murah yang digelar pemerintah sempat dipadati warga hingga menimbulkan kericuhan. Menurutnya, kondisi tersebut berada di luar perkiraan panitia.
“Selama ini kegiatan Gerakan Pangan Murah tidak pernah diserbu sebanyak itu. Kemarin memang di luar dugaan,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Malang kini terus memantau distribusi dan stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Hari Raya. Langkah itu dilakukan agar pasokan tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan sehari-hari.


















