MALANG, PENAJATIM – Dinamika sebagai kawasan pendidikan membuat Kecamatan Lowokwaru memikul beban persoalan perkotaan yang kian kompleks. Dari kepadatan penduduk pendatang hingga persoalan infrastruktur, wilayah ini dinilai membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih terarah dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
Sorotan itu disampaikan Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, saat Musrenbang Kecamatan Lowokwaru dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027, Kamis 5 Februari 2026. Ia menekankan bahwa setiap usulan program tidak boleh lepas dari realitas yang dihadapi warga sehari-hari.
“Permasalahan perkotaan ada di Lowokwaru. Kami punya banyak kampus dan banyak pendatang, sehingga ada banyak permasalahan perkotaan di Lowokwaru,” ujarnya.
Menurut Amithya, karakter Lowokwaru sebagai kantong mahasiswa dan pusat aktivitas ekonomi baru memunculkan tantangan khas kawasan urban. Ia mengidentifikasi sedikitnya lima isu utama yang perlu segera ditangani melalui kebijakan konkret.
Pertama, potensi konflik sosial yang muncul akibat tingginya mobilitas dan keberagaman latar belakang penduduk. Kedua, persoalan drainase yang kerap memicu genangan saat musim hujan. Ketiga, pengelolaan sampah lingkungan yang belum optimal. Keempat, penguatan UMKM serta ekonomi lokal agar mampu tumbuh di tengah persaingan. Kelima, problem parkir dan lalu lintas yang semakin padat seiring meningkatnya jumlah kendaraan.
“Ini harus kami pikirkan sehingga harus ada program dan kebijakan yang benar-benar mengena,” imbuhnya.
DPRD Kota Malang, lanjut Amithya, berkomitmen mengawal hasil musrenbang agar sejalan dengan arah pembangunan Kota Malang sebagai Kota Pendidikan. Ia juga mendorong Pemerintah Kota Malang agar responsif dan adaptif dalam merumuskan strategi penyelesaian masalah perkotaan, bukan sekadar mencatat usulan.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memprioritaskan solusi berbasis data. Menurutnya, forum musrenbang harus menghasilkan daftar kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas pembangunan.
“Musrenbang untuk penyusunan RKPD ini diharapkan betul-betul menjadi usulan prioritas yang nanti kami realisasikan dalam penjabaran visi misi kami,” ucapnya.
Dengan perencanaan yang matang dan berbasis kebutuhan riil, persoalan perkotaan di Lowokwaru diharapkan dapat diurai secara bertahap. Upaya ini tidak hanya bertujuan memperbaiki tata kelola wilayah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di salah satu kawasan paling dinamis di Kota Malang.


















