UMM Sulap Desa Sumbergedang Jadi Sentra Smart Farming 

UMM Sulap Desa Sumbergedang Jadi Sentra Smart Farming. (ist).
banner 120x600

MALANG, PENAJATIM.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) telah mengubah wajah Desa Sumbergedang, Pasuruan menjadi sentra agrowisata produktif yang mengintegrasikan peternakan, pertanian modern, dan wisata edukasi.

Desa yang terletak di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini memiliki lahan kas desa strategis seluas enam hektare. Pemanfaatan lahan ini menjadi strategi kunci pemerintah desa dan UMM untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian bernilai tambah yang terintegrasi.

“Pada tahap awal, kami memperkuat ekonomi dasar masyarakat melalui pengembangan peternakan, perikanan, serta UMKM berbasis hasil pertanian seperti keripik pisang dan minuman tradisional,” kata Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes., IPU, Ketua Tim P3M UMM dikutip dari rilis resmi Humas UMM, Kamis (8/1/2026).

Daya tarik utama agrowisata Sumbergedang saat ini adalah budidaya melon lavender yang menerapkan teknologi smart farming. Budidaya dilakukan di dalam greenhouse berukuran 11×40 meter yang menampung sekitar 1.450 tanaman. Sistem hidroponik yang diterapkan dilengkapi dengan pengendalian irigasi dan nutrisi digital.

“Penerapan teknologi digital memungkinkan pengelolaan tanaman dilakukan secara presisi. Kebutuhan nutrisi dan pengairan dapat dikontrol melalui ponsel, sehingga risiko kesalahan perawatan dapat diminimalkan,” jelas Sujono.

Selain melon, tim UMM juga mengembangkan perkebunan pisang di lahan seluas 1,5 hektare. Sebanyak 1.500 pohon pisang dari varietas unggul seperti raja nangka, raja bulu, dan cavendish telah ditanam.

Dengan estimasi produksi lebih dari dua ton per siklus tanam, agrowisata ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan desa. Ke depan, greenhouse dirancang untuk berproduksi secara berkelanjutan dengan empat kali siklus tanam dalam setahun.

Sujono berharap pengembangan agrowisata ini terus meluas dengan penambahan wahana edukasi lainnya, menjadikan Desa Sumbergedang tidak hanya sekadar desa wisata, tetapi pusat rujukan agrowisata melon dan pisang di Kabupaten Pasuruan. (Zai).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *