PENAJATIM.COM -Kelompok paduan suara pelajar dari SMAS Cor Jesu Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Taipei International Choral Competition yang digelar pada 2 Agustus 2025 di Taipei, Cor Jesu Youth Choir berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus.
Paduan suara yang terdiri dari 34 siswa ini, 10 putra dan 24 putri membawa pulang medali emas dan perunggu dari dua kategori berbeda. Mereka meraih Gold Award dan posisi ketiga untuk kategori Female, serta Silver Award di kategori Youth. Pencapaian ini kian mengukuhkan posisi Cor Jesu Youth Choir sebagai salah satu kekuatan vokal pelajar Indonesia yang konsisten menorehkan prestasi di tingkat global.
Kepala SMAS Cor Jesu Malang, Agatha Ariantini, M.Pd., M.Psi., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Tim paduan suara Cor Jesu memang rutin mengikuti kompetisi internasional bergengsi setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan talenta siswa. Tahun lalu, tim ini tampil di Korea Selatan dan juga membawa pulang medali emas. “Kami memang selalu memilih ajang yang kredibel dan punya kualitas internasional. Bukan asal ikut lomba,” ujarnya.

Agatha juga menambahkan bahwa keberadaan paduan suara ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi calon siswa baru. Banyak peserta didik yang secara khusus memilih SMAS Cor Jesu karena ingin bergabung dalam Cor Jesu Youth Choir. Tak hanya itu, sertifikat dan rekam jejak prestasi dari kompetisi internasional ini juga memberikan dampak positif bagi masa depan siswa. Menurutnya, banyak alumni Choir yang kini diterima di perguruan tinggi negeri ternama seperti Universitas Brawijaya Malang melalui jalur prestasi. “Dengan sertifikat internasional yang mereka miliki, akses masuk ke PTN jadi lebih mudah. Banyak alumni kami yang sekarang kuliah di UB, dan ketika ada acara sekolah, mereka masih sering kembali membantu,” ungkapnya.
Dalam kompetisi di Taipei, tim membawakan enam lagu pilihan yang sarat makna dan makna spiritual. Untuk kategori Female, mereka menampilkan Salve Regina karya Kocsar Miklos, sebuah doa penuh harapan kepada Maria; Orde-E karya Maria Theresa Vizconde-Roldan yang menggunakan bahasa Cebuano dari Filipina dan mengajak untuk bersuka cita; serta Gloria karya Darius Lim yang merupakan bagian dari liturgi Katolik yang berarti “Kemuliaan”.
Sementara itu, di kategori Youth yang menampilkan komposisi suara campuran putra dan putri, Cor Jesu Youth Choir menyanyikan Bogoroditse Devo karya Sergei Rachmaninoff, sebuah pujian kepada Maria; Lamentation of Jeremiah karya Z. Randall Stroope yang menggambarkan kesedihan mendalam nabi Yeremia atas kehancuran Yerusalem; serta Birds of Paradise karya Budi Susanto Yohanes yang terinspirasi dari burung cenderawasih Papua, simbol kemurnian, kebebasan, dan keindahan alam Indonesia.
Penampilan mereka juga semakin lengkap dalam sesi konser dengan lagu penutup Someone Like You yang dipopulerkan oleh Adele. Lagu tersebut membawa nuansa emosional yang kuat tentang penerimaan atas akhir sebuah hubungan, memperlihatkan kemampuan vokal siswa-siswi tidak hanya dalam lagu klasik dan religius, tetapi juga dalam interpretasi lagu populer yang menyentuh.
Pelatih Cor Jesu Youth Choir, Agustinus Wahyu Permadi, mengatakan bahwa semua lagu dipilih dengan cermat agar tidak hanya menampilkan keindahan harmoni, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan spiritual, emosional, dan budaya. Penampilan mereka di atas panggung menjadi bukti bahwa suara anak-anak muda Indonesia bisa bersaing dan menginspirasi dunia melalui kerja keras dan dedikasi.
Prestasi di Taipei ini sekali lagi membuktikan bahwa paduan suara pelajar bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian penting dari pembentukan karakter, disiplin, dan semangat untuk menjangkau dunia melalui musik.

















