MALANG, PENAJATIM.COM -Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang bersama Universitas Negeri Malang (UM) hari ini menggelar kegiatan panen edamame dan lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA yang berlokasi di Ngajum, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.
Program ini diikuti oleh warga binaan yang tengah menjalani masa asimilasi, sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial. Panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara Lapas Malang dan UM dalam mengembangkan SAE sebagai pusat edukasi dan produktivitas.

“SAE L’SIMA merupakan etalase keberhasilan program pembinaan kemandirian berbasis potensi lokal, sekaligus wujud dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan khususnya dibidang ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan,” ujar Kalapas Malang, Teguh Pamuji.
Sebelum kegiatan panen dimulai, Kalapas Malang, Teguh Pamuji, berdiskusi langsung dengan pihak Universitas Negeri Malang yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Prof. Ir. Arif Nur Afandi. Dalam forum ini, keduanya membahas rencana strategis pengembangan SAE L’SIMA agar tak hanya berfokus pada pembinaan narapidana, namun juga menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa UM. Beberapa hal yang dibahas mencakup sinergi program pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan yang selaras dengan kurikulum dan riset UM.
“Kami ingin SAE L’SIMA tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Prof. Arif. Diskusi ini menjadi fondasi penguatan kerja sama jangka panjang antara kedua institusi.
Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan panen edamame yang merupakan salah satu komoditas unggulan SAE L’SIMA. Edamame yang dipanen kali ini mencapai 5 kwintal dengan kualitas super, dan akan didistribusikan oleh pemborong asal Lawang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Budidaya edamame ini adalah wujud nyata komitmen Lapas Malang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “Kami bangga karena edamame hasil pembinaan warga binaan mampu bersaing di pasar lokal dan menjadi produk andalan SAE,” ungkap Kalapas Teguh. Edamame ini tumbuh subur di lahan SAE berkat perawatan intensif oleh warga binaan yang telah dibekali pelatihan sebelumnya.
Tak hanya panen edamame, kegiatan berlanjut dengan panen lele sebanyak 2 kuintal yang juga merupakan hasil budidaya warga binaan. Bibit lele awalnya dikembangkan di Lapas Malang, kemudian dipindahkan ke kolam-kolam pembesaran di SAE L’SIMA Ngajum. Lele yang sudah mencapai ukuran konsumsi akan langsung dipasarkan ke pasar-pasar lokal sesuai permintaan konsumen.
Hasil panen ini turut memberikan nilai ekonomi dan melatih warga binaan dalam teknik budidaya ikan yang aplikatif. “Panen ini bukan sekadar hasil fisik, tetapi bagian dari proses pembinaan mental dan keterampilan yang berkelanjutan,” tambah Kalapas.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penanaman perdana padi gogo di lahan SAE. Ini merupakan kali pertama SAE L’SIMA menanam jenis padi ini, yang dikenal unggul karena tahan kekeringan, cocok ditanam di lahan tadah hujan, serta memiliki hasil panen yang cukup tinggi dalam kondisi lahan terbatas.
Langkah ini menjadi terobosan baru dalam diversifikasi pertanian di SAE. “Kami berterima kasih kepada Universitas Negeri Malang atas kolaborasi yang luar biasa ini. Semoga sinergi ini terus terjaga dan berkembang untuk kemajuan program pembinaan dan pendidikan di SAE L’SIMA Ngajum,” ujar Kalapas Teguh menutup kegiatan.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

















