Komisi D DPRD Kota Malang Tinjau Stadion Gajayana, Soroti Kesiapan Venue dan Keselamatan Atlet Jelang Porprov IX Jatim 2025

banner 120x600

PENAJATIM.COM – Gema persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 semakin nyaring terdengar. Rabu (7/5/2025), Komisi D DPRD Kota Malang turun langsung ke lapangan, meninjau kesiapan Stadion Gajayana yang akan menjadi jantung dari cabang olahraga atletik saat gelaran multi-event itu berlangsung.

Dengan wajah serius dan langkah pasti, para anggota dewan menelusuri setiap sudut venue legendaris Kota Malang tersebut. Dipimpin oleh Ketua Komisi D, Eko Herdiyanto, tinjauan ini bukan sekadar formalitas. Mereka ingin memastikan bahwa Kota Malang siap tampil sebagai tuan rumah yang tak hanya layak, tapi juga membanggakan.

Komisi D DPRD Kota Malang turun langsung ke lapangan, meninjau kesiapan Stadion Gajayana

“Progresnya sudah oke, tinggal ditingkatkan. Fisiknya harus dijaga stabil hingga hari H,” kata Eko, di sela kunjungan. Ia menekankan pentingnya penyelesaian proyek paling lambat pertengahan Mei. “Kalau bisa minggu ketiga bulan ini, semuanya sudah kelar. Atlet butuh waktu adaptasi,” tambahnya.

Malang, bersama Kabupaten Malang dan Kota Batu, dipercaya menjadi host Porprov IX Jatim 2025. Sebanyak 40 cabang olahraga bakal digelar di Kota Malang, dengan atletik sebagai salah satu andalan. Maka tak heran, perhatian serius diberikan pada Stadion Gajayana yang akan menjadi pusat sorotan.

Namun, sorotan bukan hanya tentang estetika fisik venue. Anggota Komisi D lainnya, Asmualik, menyoroti aspek keselamatan. “Lintasan harus diperiksa ulang. Ini soal nyawa atlet. Jangan sampai ada yang cedera karena venue belum siap,” tegasnya. Ia mengibaratkan atlet sebagai aset mahal yang wajib dijaga.

Komisi D DPRD Kota Malang turun langsung ke lapangan, meninjau kesiapan Stadion Gajayana

Nada serupa juga datang dari Saniman Wafi, yang memperluas perspektif evaluasi. Menurutnya, kesiapan tidak boleh berhenti di venue. “Fasilitas latihan, gizi atlet, dan tunjangan pelatih semua itu juga harus disiapkan. Bahkan kami minta ada koordinasi dengan hotel dan Dishub untuk antisipasi dampak sosial, seperti kemacetan,” jelas Saniman.

Stadion Gajayana sendiri kini berada di tahap akhir renovasi. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut progresnya telah menyentuh angka 90 persen. Ia mengapresiasi kehadiran DPRD sebagai bentuk dukungan dan sinergi konkret. “Masukan dari dewan jadi catatan penting kami. Kunjungan ini memberi energi baru,” ungkapnya.

Agenda pemantauan tak berhenti di sini. Komisi D juga telah menjadwalkan kunjungan lanjutan ke venue lain seperti GOR Ken Arok pada Jumat (10/5/2025). Fokusnya tetap sama: memastikan semua titik siap tempur saat Porprov tiba.

Dengan waktu yang makin menipis, Kota Malang berpacu menyempurnakan diri. Bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga rasa hormat pada para atlet yang akan berlaga. Satu hal pasti, Porprov IX Jatim 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, tapi panggung harga diri sebagai tuan rumah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *