Diskusi Bersama Awak Media, Pj Wali Kota Malang Sebut Media Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun Daerah

banner 120x600

MALANGKOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang menggelar diskusi bersama puluhan awak media yang bertugas di lingkungan Pemkot Malang, dalam acara “Coffe Morning” di Gazebo Balai Kota Malang, Jumat (24/01/2025).

Dalam diskusi yang digelar santai dan gayeng ini, hadir langsung di tengah-tengah insan pers, Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan, dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso dan beberapa OPD di lingkungan Pemkot Malang.

Pj Wali Kota Malang dalam penyampaiannya saat berdiskusi, mengaku bahwa media merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah. “Media menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah,” ujarnya.

Iwan mengungkapkan, seperti saat dirinya menjalankan 11 prioritas programnya. Dalam menjalankan 11 program prioritas itu, Iwan melakukan belanja masalah. Belanja masalah tersebut, kata dia, tidak hanya didapat dari OPD saja, namun juga dari media.

“Misalkan pada saat doorstop oleh kawan-kawan media, dimana pada saat pertemuan itu ada lontaran-lontaran, pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya itu sebagai salah satu isu atau masalah yang perlu saya tindaklanjuti,” ujarnya.

“Kemudian disampaikan pertanyaan-pertanyaan itu kami identifikasi dan kami coba petakan ternyata sebagian besar permasalahan-permasalahan itu benar,” lanjut dia.

Untuk diketahui, 11 program prioritas di masa kepemimpinan Pj Wali Kota Iwan Kurniawan tersebut adalah revitalisasi Pasar Besar, pembangunan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS), penanganan banjir di kawasan Soekarno-Hatta, pengadaan lahan parkir Kayutangan Heritage, pengembangan Malang Creative Center (MCC) dan UMKM, rehabilitasi gedung SD dan SMP, pemberian bantuan sosial terpadu, realisasi anggaran, optimalisasi pajak bumi dan bangunan (PBB), revitalisasi Alun-alun Merdeka, serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2025.

Lebih lanjut, Iwan mengatakan bahwa pemerintah bersama media bisa mewujudkan transparansi informasi. Artinya bahwa, pemerintah tidak bisa jalan sendiri untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum, baik melalui media online, elektronik, maupun cetak.

”Apalagi saat ini kita semua menggunakan HP, yang mana semua informasi bisa kita dapatkan hanya lewat HP yang kita miliki,” jelas Iwan.

Pemerintah selalu menyampaikan segala kegiatan melalui media-media, yang dibagikan kepada masyarakat.

“Jadi peran media bagi pemerintah sangat penting sebagai sahabat dan teman, sehingga harus dijaga dan dipelihara dengan baik,” tandasnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah awak media menyampaikan beberapa masalah yang menjadi perhatian publik. Salah satu isu yang diangkat adalah persoalan sampah yang masih banyak dikeluhkan oleh warga. Selain itu, pengelolaan makam di Kota Malang juga disoroti, mengingat banyaknya makam yang perlu ditata lebih baik.

Menanggapi masukan tersebut, Pj Iwan menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian para jurnalis. Ia menyebutkan, Pemkot Malang akan berupaya mencari solusi bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Masukan ini sangat relevan, terutama soal sampah dan pengelolaan makam. Kami akan berkoordinasi dengan OPD, agar permasalahan ini dapat diatasi,” katanya.

Pj Iwan juga menegaskan, pentingnya peran media dalam menciptakan kebijakan yang lebih responsif. Menurutnya, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan evaluasi yang konstruktif bagi pemerintah. Hal ini diharapkan, dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Malang. (**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *