Berita  

Status Aset Belum Tuntas, DPRD Kota Malang Desak Pengelolaan Velodrome Segera Dipastikan

Kunjungan kerja Komisi B ke BPKAD Provinsi Jawa Timur, Selasa 2 Juni 2026.
banner 120x600

PENAJATIM – Bayang-bayang mangkraknya Velodrome Kota Malang kembali menjadi sorotan setelah belum adanya kepastian mengenai pola pengelolaan antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pemanfaatan fasilitas olahraga yang selama ini diproyeksikan menjadi pusat pembinaan atlet balap sepeda dan sepatu roda.

Persoalan itu menjadi pembahasan dalam kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Malang ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur pada Selasa, 2 Juni 2026. Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, BKAD Kota Malang, Bidang Aset BPKAD Jawa Timur, serta Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur.

Pembahasan berfokus pada perbedaan status kepemilikan aset Velodrome. Pemerintah Kota Malang menyatakan lahan tempat berdirinya Velodrome merupakan aset milik daerah. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dispora Jatim mencatat bangunan Velodrome telah menjadi aset instansi tersebut sejak 2020.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menilai perbedaan administrasi tersebut harus segera diselesaikan agar tidak menghambat pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah dibangun.

“Kerja sama harus segera dirumuskan. Jangan sampai perbedaan administrasi membuat Velodrome tidak terawat dan mangkrak. Ini aset penting untuk olahraga prestasi Kota Malang dan Jawa Timur,” ujar Bayu.

Menurutnya, kepastian status pengelolaan akan menjadi dasar hukum bagi pemerintah dalam melakukan perawatan fasilitas, pengembangan sarana pendukung, hingga menyusun program pembinaan atlet secara berkesinambungan.

Bayu menegaskan DPRD Kota Malang mendorong Pemerintah Kota Malang segera menindaklanjuti pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar tidak ada lagi kendala administratif yang menghambat pemanfaatan Velodrome.

“Yang terpenting, fasilitas ini bisa dimanfaatkan optimal untuk kemajuan olahraga dan benar-benar memberi manfaat bagi atlet serta masyarakat,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *