=========================================

Merespon Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Malang Janji Menyampaikan ke Pusat

Merespon Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Malang Janji Menyampaikan ke Pusat, Jumat 28 Februari 2025. (ist)
banner 120x600

MALANGKOTA – Merespon aksi demo mahasiswa di gedung DPRD Kota Malang pada Jumat (28/2/2025), Ketua DPRD Amithya Ratnanggani Sirraduhita janji untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa, meski kepastian tindak lanjutnya tetap bergantung pada kebijakan nasional.

Sebagaimana diketahui, dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan 11 tuntutan yang sebagian besar ditujukan kepada pemerintah pusat.

Menanggapi hal tersebut, Amithya menyatakan bahwa pihaknya telah mencermati tuntutan mahasiswa. Sejumlah poin yang diajukan di antaranya:

1. Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

2. Pendidikan harus menjadi program prioritas nasional.

3. Kesejahteraan guru honorer harus diperhatikan oleh pemerintah pusat dan daerah.

4. Realokasi anggaran harus transparan, adil, dan akuntabel.

5. Normalisasi anggaran transfer ke daerah dan desa.

6. Prioritaskan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

7. Evaluasi terhadap pelaksanaan dan model pengawasan Danantara.

8. Percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan Masyarakat Adat.

9. Investigasi dan penindakan tegas terhadap korupsi di BUMN.

10. Penguatan kebebasan akademik dan demokrasi kampus.

11. Menolak komersialisasi pendidikan.

Amithya menegaskan bahwa kebijakan pusat yang diterapkan di daerah, seperti MBG, akan terus dievaluasi agar lebih optimal. Ia mencontohkan bahwa program ini telah diuji coba di dua sekolah dan masih membutuhkan pendampingan Dinas Sosial terkait kandungan gizinya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem-PSI, Dito Arief, juga menegaskan bahwa keresahan mahasiswa atas berbagai persoalan bangsa turut dirasakan DPRD Kota Malang.

“Apa yang menjadi tuntutan kalian juga keresahan kami. Korupsi yang terjadi di Pertamina, kami juga menyesalkan itu semua,” kata Dito.

Ia menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa dan DPRD sejalan. Ia menyerukan kepada mahasiswa untuk tidak menganggap anggota DPRD berbeda prinsip dengan mereka.

“Kalian berjuang melalui parlemen jalanan, kami dari parlemen DPRD. Perjuangan kalian sama dengan kami. Jangan anggap kami musuh kalian. Kami juga pernah jadi aktivis seperti kalian,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu orator mahasiswa menekankan bahwa tuntutan mereka bukan sekadar formalitas. Ia berharap apa yang disampaikan akan diperjuangkan oleh anggota DPRD Kota Malang.

“Kami harap diperjuangkan untuk rakyat. Pendidikan dan kesehatan harus gratis. Apabila tuntutan hari ini tidak ada tindak lanjut, besok lusa kami akan datang lagi bersama,” tegasnya. (**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *