MALANG, PENAJATIM.COM – Sidak Komisi B DPRD Kota Malang ke Pasar Besar Matahari, Selasa (14/4/2026), mengungkap kondisi darurat. Tembok lantai 3 sisi timur ditemukan retak menganga dan dinilai membahayakan keselamatan pedagang maupun pengunjung.
Retakan terlihat jelas membelah dinding. Anggota dewan yang turun langsung menyebut kerusakan sudah masuk kategori struktural. Jika dibiarkan, potensi ambruk bisa terjadi sewaktu-waktu dan mengancam ratusan orang yang beraktivitas di bawahnya.

Penyebabnya langsung terungkap di lokasi. Deretan pot beton besar di atas struktur lantai 4 jadi biang kerok. Pot tanpa saluran pembuangan itu menampung air hujan hingga penuh. Beban air yang sangat berat menekan konstruksi di bawahnya, memicu tarikan hingga tembok retak.
Anggota Komisi B, H. Eddy Widjarko, S.Ap, menegaskan situasi ini tak bisa ditangani setengah-setengah. “Ini membahayakan. Jangan sampai membahayakan masyarakat. Kalau saya bilang, pot itu harus dibongkar. Bahkan kalau perlu, semua bagian yang berpotensi harus dibongkar,” tegas Eddy.

Ia menolak pola penanganan yang hanya berhenti di tahap peninjauan. “Kalau tidak dibongkar, ya tetap berbahaya. Percuma hanya ditinjau terus. Lebih baik kita bongkar dulu demi keselamatan pedagang dan pengunjung,” ujarnya. Eddy juga minta area sekitar titik retakan disterilkan agar kerusakan tidak meluas.
Ultimatum lebih keras disampaikan Ketua Komisi B, H. Bayu Rekso Aji, A.Md. Ia “memaksa” Diskopindag Kota Malang bergerak cepat. “Kami Komisi B mendesak Diskopindag segera membongkar secepatnya. Jangan sampai ada korban jiwa,” tegas Bayu.
Bayu menepis alasan anggaran. Menurutnya, APBD Kota Malang sudah punya pos pemeliharaan insidental pasar untuk penanganan darurat seperti ini. “Anggaran itu ada, tinggal kemauan. Ini bukan pembangunan besar, tapi tindakan darurat untuk keselamatan,” katanya.
Ia memberi peringatan terakhir. Komisi B sudah menjalankan fungsi pengawasan dengan memberi rekomendasi tegas. Jika diabaikan dan terjadi musibah, pihaknya lepas tanggung jawab. “Kalau nanti ada apa-apa, kami angkat tangan. Karena kami sudah mengingatkan dan mendorong untuk segera dibongkar,” ucap Bayu.
Komisi B menyebut desakan ini jadi pembelajaran dari kasus serupa di masa lalu. Meski sebelumnya tak ada korban, potensi bahaya kali ini lebih nyata karena menyangkut struktur utama. Karena itu, pembongkaran pot dan perbaikan tembok retak di lantai 3 sisi timur Pasar Besar jadi prioritas mutlak. (Zai).


















