MALANG, PENAJATIM – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Jalan Citandui 46, Kota Malang, Selasa (10/3/2026). Ratusan anak yatim dari berbagai panti asuhan di Malang Raya berkumpul dalam kegiatan santunan bertajuk “Heppiee Menyapa Hati UIBU Berbagi.”
Kegiatan sosial yang digelar civitas akademika UIBU itu melibatkan lebih dari 250 anak yatim piatu yang berasal dari tujuh panti asuhan di wilayah Malang Raya. Mereka menerima santunan serta mengikuti rangkaian kegiatan kebersamaan yang dikemas dalam suasana ramah anak.

Rektor Universitas Insan Budi Utomo, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk terus menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian.
“Melalui kegiatan Heppiee Menyapa Hati UIBU Berbagi ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Ini bagian dari upaya kampus untuk terus menumbuhkan nilai empati dan kepedulian sosial,” ujar Nurcholis di sela kegiatan.
Ia menambahkan, keterlibatan ratusan anak yatim dari berbagai panti asuhan menjadi momentum penting bagi civitas akademika UIBU untuk memperkuat semangat berbagi, sekaligus membangun kedekatan antara kampus dan masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pengurus panti asuhan yang hadir. Salah satunya disampaikan Taufik Hidayatullah, pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Malang.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada anak-anak panti.
“Donasi ini nantinya akan kami berikan langsung kepada anak-anak dan digunakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” kata Taufik.
Ia menjelaskan, Panti Asuhan Muhammadiyah Malang yang berlokasi di kawasan Bareng saat ini mengasuh sekitar 56 anak, dengan 25 anak tinggal di asrama laki-laki, sementara sebagian lainnya berada di luar asrama termasuk sembilan anak perempuan.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, menjadi hal yang sangat berarti bagi keberlangsungan pengasuhan anak-anak di panti.
“Semoga kebaikan ini membawa keberkahan dan seluruh pihak yang terlibat diberikan kesehatan serta kemudahan dalam menjalankan aktivitasnya,” ujarnya.
Kegiatan santunan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan antara anak-anak panti, pengurus panti asuhan, serta civitas akademika UIBU yang terlibat dalam penyelenggaraan acara di Kampus C.
Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan interaksi dan kebersamaan yang dirancang untuk menghadirkan suasana hangat bagi anak-anak yatim yang hadir dari berbagai panti asuhan di Malang Raya.


















