MALANG, PENAJATIM – DPRD Kota Malang memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar pada 7 hingga 8 Februari 2026 di Kota Malang. Agenda berskala nasional itu dinilai bukan sekadar peringatan keagamaan, tetapi momentum strategis untuk menguatkan posisi kota sebagai destinasi wisata religi.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan tersebut menjadi indikator kesiapan Malang dalam menjadi tuan rumah agenda besar tingkat nasional. Menurutnya, penyelenggaraan yang tertib dan partisipasi jamaah yang masif menunjukkan kapasitas kota dalam mengelola event berskala luas.
“Ini menjadi titik baik bahwa Kota Malang siap menerima kegiatan yang levelnya sudah nasional, bukan lagi sekadar regional,” ujarnya, Minggu 8 Februari 2026.
Amithya menilai potensi wisata religi di Kota Malang sebenarnya telah lama ada, hanya saja belum dikembangkan secara maksimal. Kehadiran Mujahadah Kubro menjadi pembelajaran penting, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun kualitas pelayanan kepada jamaah.
“Potensi wisata religi itu sejatinya sudah ada. Dari kegiatan ini kita belajar banyak. Sesukses apa pun acara, pasti ada yang bisa kita benahi agar pelayanan ke depan semakin optimal,” katanya.
Ia berharap, ke depan Malang tidak hanya identik dengan wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki positioning kuat sebagai kota tujuan wisata religi. Diversifikasi sektor pariwisata dinilai penting untuk memperluas daya tarik sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
“Harapannya, ini bisa menjadi salah satu opsi pengembangan pariwisata Kota Malang. Bukan hanya pariwisata umum, tetapi juga menambah bidang baru, yakni wisata religi,” jelasnya.
Lebih jauh, Amithya memandang momentum ini sebagai penguat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, khususnya NU yang memiliki kontribusi historis besar dalam perjalanan bangsa. Kolaborasi tersebut, menurutnya, harus terus dirawat di tengah berbagai tantangan nasional.
“NU punya peran besar dalam sejarah Republik Indonesia. Ke depan, sinergi seperti ini harus dijaga. Tantangan bangsa tidak sedikit, dan kalau semua elemen solid, kita akan lebih siap menghadapinya bersama,” pungkasnya.


















