MALANG, PENAJATIM – Pendapatan asli daerah Kota Malang pada 2025 menutup tahun dengan catatan positif. Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Kota Malang membukukan penerimaan pajak sebesar Rp 890.205.722.906,61, melampaui target yang ditetapkan hingga sekitar 103 persen. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pajak masih menjadi mesin utama penggerak fiskal daerah.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menyampaikan apresiasi atas kinerja Bapenda yang dinilainya mampu menjaga ritme penerimaan di tengah dinamika ekonomi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan agregat tidak boleh menutup fakta adanya beberapa pos pajak yang belum menyentuh angka maksimal.
Ia menyebut setidaknya masih ada tiga jenis pajak daerah yang realisasinya belum mencapai 100 persen. Menurut Bayu, hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi mendalam agar optimalisasi tidak terpusat pada sektor tertentu saja. “Ini perlu menjadi perhatian serius supaya penggalian potensi pajak tidak timpang dan semua sektor bisa berkontribusi secara proporsional,” ujarnya, Jumat 2 Januari 2026.
Komisi B juga menyoroti tindak lanjut rekomendasi DPRD terkait rencana pemasangan sekitar 1.000 unit perangkat e-tax bagi wajib pajak. Kebijakan digitalisasi ini dinilai penting untuk memperkuat transparansi dan meminimalkan potensi kebocoran penerimaan. Bayu menekankan, implementasi tidak boleh sekadar formalitas.
“Penguatan sistem digital harus diiringi dengan penambahan personel yang kompeten dan profesional. Tanpa SDM yang memadai, pemasangan e-tax hanya akan menjadi beban administratif tanpa hasil yang optimal,” tegasnya.
Ia memandang 2026 sebagai tahun krusial bagi struktur keuangan daerah. Dengan tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, pajak daerah diproyeksikan menjadi tulang punggung APBD Kota Malang. Karena itu, DPRD berkomitmen mendorong kebijakan pendapatan yang lebih kokoh, berkeadilan, dan berorientasi jangka panjang.
Bagi Bayu, menjaga konsistensi penerimaan pajak bukan semata soal angka, melainkan tentang memastikan pembangunan dan layanan publik tetap berjalan tanpa tersendat. Stabilitas fiskal hari ini akan menentukan kualitas kota di masa depan.


















