PENAJATIM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang Bergerak mendapat respons langsung dari anggota DPRD Kota Malang saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Kamis (17/6/2026). Para legislator menemui massa aksi dan berkomitmen membawa sembilan tuntutan yang disampaikan mahasiswa kepada pemerintah pusat.
Salah satu anggota dewan yang hadir, Rendra Masdrajad Safaat dari Fraksi PKS, mengatakan kehadiran DPRD merupakan bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Yang diinginkan mahasiswa adalah berdialog dengan wakilnya, jadi kami harus datang langsung dan mendengarkan aspirasi mereka,” ujar Rendra di sela aksi.
Aliansi Malang Bergerak yang terdiri atas mahasiswa dari empat perguruan tinggi menyampaikan berbagai tuntutan yang mencakup isu sosial, ekonomi, hukum, hingga lingkungan. Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendorong revisi sejumlah peraturan perundang-undangan, serta menyoroti persoalan deforestasi dan pelestarian lingkungan.
Menurut Rendra, berbagai persoalan yang diangkat mahasiswa merupakan isu strategis yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehingga layak mendapat perhatian serius dari para pembuat kebijakan.
“Dari soal MBG, revisi undang-undang, hingga deforestasi, semua itu bukan isu kecil dan semuanya berkaitan langsung dengan kehidupan rakyat,” katanya.
Setelah menerima naskah tuntutan dan mendengarkan orasi mahasiswa, Rendra bersama anggota DPRD Kota Malang lainnya menyatakan siap mengawal seluruh aspirasi tersebut agar dapat diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
“Kami sepakat untuk memastikan tuntutan ini sampai ke pusat dan keresahan masyarakat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Aksi yang berlangsung di depan Balai Kota Malang berjalan tertib hingga selesai. Dialog antara mahasiswa dan anggota DPRD menjadi ruang penyampaian aspirasi secara langsung, sekaligus menunjukkan harapan agar suara masyarakat yang disampaikan melalui aksi tersebut mendapat tindak lanjut dari pemerintah.

















