PENAJATIM – Demi menjaga ritme kerja yang efisien dan stabil, Pabrik Rokok Voltrix (PR Voltrix) menggelar aksi korporasi yang menyasar langsung aspek kesehatan para pekerjanya. Program pemeriksaan kesehatan cuma-cuma ini dilangsungkan di kawasan pabrik Karangduren, Kabupaten Malang, Senin (25/05/2026).
Agenda yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB tersebut menyasar puluhan karyawan pabrik yang menjadi garda terdepan operasional perusahaan. Langkah ini diambil manajemen Pabrik Rokok Voltrix sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi fisik pekerja demi meningkatkan efektivitas di lingkungan industri.

Perwakilan Pemasaran Pabrik Rokok Voltrix, Stanly, menjelaskan bahwa pihak manajemen melihat adanya hubungan yang sangat erat antara kesehatan pekerja dengan keberlangsungan bisnis. Menurutnya, kondisi fisik yang prima dari puluhan buruh adalah kunci utama performa perusahaan yang stabil.
Stanly berpendapat bahwa tingkat kesejahteraan para buruh di lapangan akan berjalan lurus dengan capaian kinerja dan performa mereka sehari-hari.
”Kesejahteraan pekerja akan berjalan lurus dengan kinerja dan performa mereka di lapangan. Jika kesehatan karyawan terjaga, maka produktivitas pabrik pun akan meningkat secara otomatis,” ujar Stanly saat memberikan keterangan di area operasional pabrik, Senin (25/05/2026).

Dalam aksi sosial ini, Pabrik Rokok Voltrix berkolaborasi dengan dr. Gracelia Alverina sebagai tenaga medis utama untuk memeriksa kondisi fisik puluhan karyawan. Screening medis yang dilakukan meliputi pengecekan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, saturasi oksigen, frekuensi nadi, hingga pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat lewat metode stick (strip).
Dokter Grace memaparkan bahwa antusiasme puluhan staf pabrik ini sangat luar biasa. Berdasarkan pantauan di lokasi, tingginya partisipasi ini dipicu oleh profil usia rata-rata pekerja yang berada di angka 40 tahun, di mana pemeriksaan dini (early detection) menjadi sebuah kebutuhan mendesak bagi mereka.
Menurut dr. Grace, kehadiran program di dalam pabrik ini memotong jalur birokrasi dan waktu bagi pekerja yang ingin memeriksakan diri.
”Para pekerja sangat antusias. Di usia yang rata-rata sudah mencapai 40 tahun, mereka mulai sangat memperhatikan kesehatan. Kehadiran program ini memudahkan mereka untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan tanpa harus keluar dari area kerja,” tutur dr. Grace di sela-sela pemeriksaan.
Aksi yang menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) ini diproyeksikan menjadi agenda rutin perusahaan. Stanly menambahkan bahwa Pabrik Rokok Voltrix memiliki komitmen jangka panjang untuk memperluas jangkauan program sosial ini ke depan.
”Kedepannya, Pabrik Rokok Voltrix memiliki visi untuk memperluas jangkauan program sosial mereka. Harapannya, manfaat dari keberadaan perusahaan tidak hanya dirasakan oleh internal karyawan, tetapi juga mampu menjangkau warga masyarakat di sekitar Karangduren,” pungkas Stanly menutup keterangan.


















