PENAJATIM – Peluang Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Handi Priyanto untuk menempati posisi strategis di Pemerintah Kota Semarang semakin terbuka. Handi dipastikan masuk dalam tiga besar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang.
Nama Handi menjadi perhatian karena berasal dari luar lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Di tahap akhir seleksi, ia bersaing dengan dua pejabat internal Pemkot Semarang, yakni Bambang Pramusinto dan Budi Prakosa.
Keberhasilan Handi lolos hingga tiga besar tidak lepas dari serangkaian tahapan seleksi yang telah dijalani, mulai administrasi, asesmen kompetensi, penulisan makalah hingga penelusuran rekam jejak. Dalam proses tersebut, pengalaman Handi memimpin Bapenda Kota Malang menjadi salah satu modal penting yang dinilai panitia seleksi.
Handi mengungkapkan, keikutsertaannya dalam seleksi Sekda Kota Semarang bermula ketika dirinya memperbarui data aparatur sipil negara melalui aplikasi MyASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dari sana, ia mengetahui adanya kesempatan mengikuti seleksi terbuka di Kota Semarang.
“Ini kan daerah baru, tantangan baru dengan banyak hal baru, sekaligus menambah seduluran baru,” ujar Handi.
Dalam tahapan uji gagasan, Handi membawa isu penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fokus utama. Menurutnya, hampir seluruh pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan berkurangnya Transfer Keuangan Daerah dari pemerintah pusat sehingga daerah perlu memperkuat kemandirian fiskal.
Ia menilai optimalisasi PAD menjadi langkah penting agar pembangunan daerah tetap berjalan di tengah penurunan transfer pusat. Pengalaman dalam pengelolaan pendapatan daerah di Kota Malang disebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan tersebut.
Selama memimpin Bapenda Kota Malang, Handi turut mendorong berbagai upaya peningkatan penerimaan daerah, termasuk penguatan digitalisasi pajak daerah. Di tengah proses seleksi Sekda Semarang, ia memastikan kinerja Bapenda Kota Malang tetap berjalan normal.
Bahkan, menurutnya, realisasi pendapatan daerah Kota Malang pada awal 2026 masih menunjukkan tren positif. Salah satu sektor pajak disebut telah melampaui target lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.
“Pajak reklame capaiannya sudah menembus 100 persen dan surplus,” katanya.
Sebelum dinyatakan masuk tiga besar, Handi juga mengikuti asesmen selama tiga hari di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bersama peserta lainnya. Hasil seleksi selanjutnya akan diserahkan kepada Wali Kota Semarang untuk menentukan satu nama yang akan ditetapkan sebagai Sekda definitif Kota Semarang.


















