PENAJATIM – Peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi arah pembangunan ke depan. Di tengah kondisi fiskal yang menuntut efisiensi, DPRD Kota Malang menegaskan pentingnya menjaga fokus kebijakan tetap pada kepentingan masyarakat.
Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, H. Rendra Masdrajad Safaat, menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan anggaran saat ini harus disikapi dengan pendekatan yang lebih strategis dan terukur. Ia menilai, keterbatasan bukan alasan untuk menurunkan kualitas layanan publik.
“Prioritas utama harus tetap pada kebutuhan masyarakat. Pelayanan publik tidak boleh terdampak oleh penyesuaian anggaran,” tegasnya.
Menurut Rendra, hubungan antara legislatif dan eksekutif menjadi faktor krusial dalam memastikan kebijakan berjalan efektif. Ia mendorong agar komunikasi dan koordinasi antar lembaga semakin diperkuat, sehingga setiap program yang dirancang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
Ia juga mengingatkan bahwa usia Kota Malang yang telah melampaui satu abad seharusnya menjadi indikator kematangan dalam tata kelola pemerintahan. Dengan pengalaman panjang tersebut, sinergi antarpemangku kepentingan dinilai perlu ditingkatkan, bukan justru melemah.
Dalam pandangannya, situasi efisiensi anggaran justru dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk berinovasi. Pemerintah daerah didorong untuk lebih kreatif dalam merancang program, tanpa kehilangan orientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Ini tantangan bersama. Justru di sinilah kita dituntut menghadirkan solusi yang lebih inovatif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan peran DPRD sebagai pengawas kebijakan publik. Komitmen tersebut diharapkan mampu menjaga arah pembangunan Kota Malang tetap inklusif, adaptif, serta mampu bersaing di tengah dinamika perkotaan yang terus berkembang.
















