MALANG, PENAJATIM.COM – Kampung Budaya Polowijen (KBP) kembali menjadi pusat perhatian akademisi melalui seri webinar Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kebudayaan (PSK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini mengangkat KBP sebagai objek kajian multidisipliner yang melibatkan berbagai bidang ilmu.
Selama empat hari, webinar ini menghadirkan 12 pembicara dari berbagai disiplin keilmuan dan diikuti oleh sekitar 320 peserta dari berbagai kalangan. “Kampung Budaya Polowijen dipilih karena dinilai berhasil mengembangkan praktik pelestarian budaya berbasis komunitas,” kata Kepala PSK UMM, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, kajian yang dilakukan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berbasis pada pengalaman lapangan. Para pembicara melakukan observasi langsung ke KBP dan berdialog dengan pengelola kampung budaya.
Hasil kajian akan diterbitkan sebagai artikel ilmiah dan dihimpun menjadi buku yang akan diserahkan kepada pengelola KBP. Pendekatan multidisipliner ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia akademik dan komunitas budaya. (Zai).
















