Berita  

Jadi Ketua Y37, Nurcholis Sunuyeko Ingin Alumni Tak Sekadar Bernostalgia

banner 120x600

PENAJATIM – Persoalan alumni tidak berhenti pada menjaga hubungan antarlulusan. Ketua Umum Y37 yang baru, Assoc. Professor Dr. Nurcholis Sunuyeko, justru ingin membawa organisasi mantan siswa SMA PPSP IKIP itu masuk ke ranah yang lebih konkret, terutama menyangkut kondisi alumni dan kesejahteraan para mantan guru.

Rektor Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang tersebut terpilih memimpin Y37 untuk periode kepengurusan mendatang. Salah satu agenda yang disiapkannya adalah memperluas sinergi dengan Himpunan Alumni SMA 8 Malang.

Menurut Nurcholis, hubungan antara Y37 dan alumni SMA 8 Malang memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan. Kolaborasi itu nantinya tidak hanya berupa pertemuan alumni, tetapi juga kegiatan sosial maupun program yang menyentuh persoalan yang dihadapi para lulusan.

“Alumni ini sebetulnya sudah paten, sudah bagus. Ada program sosial, kemudian ada program yang internal, bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang terkait dengan alumni,” ujar Nurcholis.

Ia menilai perhatian terhadap kondisi alumni menjadi salah satu pekerjaan penting dalam kepengurusan baru. Sebab, perjalanan hidup para mantan siswa tidak seluruhnya berjalan dalam kondisi ekonomi dan pekerjaan yang sama.

Karena itu, organisasi alumni diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk merespons persoalan anggotanya.

“Yang dominan itu bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan mantan siswa. Itu yang harus kita pikirkan supaya mereka bisa lebih layak. Karena tidak semua mantan siswa itu dalam posisi yang bagus,” katanya.

Agenda Y37 juga akan diarahkan kepada para guru yang pernah mendampingi para siswa di sekolah tersebut. Nurcholis ingin perhatian kepada mantan guru tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menyentuh kebutuhan mereka setelah memasuki masa pensiun.

Salah satu gagasannya adalah mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus dukungan untuk kebutuhan pengobatan bagi mantan guru.

“Supaya mereka, para mantan guru, check-up-nya juga bisa berjalan, bantuan obat, dan sebagainya,” tuturnya.

Di sisi lain, Nurcholis ingin membuat hubungan antarlulusan lebih cair melalui kegiatan yang mampu mempertemukan alumni lintas angkatan. Pagelaran seni atau pertunjukan menjadi salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan.

“Seumpama membuat pagelaran atau pertunjukan apa. Semuanya akan disinergikan,” katanya.

Gagasan tersebut melanjutkan tradisi kegiatan sosial yang selama ini telah dijalankan Y37. Ketua Umum Y37 periode sebelumnya, Noor Sidharta, mengatakan organisasinya selama ini cukup aktif menggelar bakti sosial, termasuk memberikan perhatian kepada mantan guru.

Kegiatan sosial juga diarahkan kepada sesama alumni. Ketika terjadi bencana alam, Y37 turut menggalang bantuan untuk membantu pihak yang terdampak.

Sidharta berharap kepengurusan baru dapat memperluas jenis kegiatan tersebut. Ia melihat Nurcholis memiliki jejaring yang dapat menjadi modal untuk mengembangkan program Y37.

“Saya percaya Mas Nurcholis ini mempunyai aksesibilitas yang tinggi terhadap sumber daya. Jadi saya pikir insyaallah akan jauh lebih bagus, akan lebih banyak variasi kegiatannya,” ujar Sidharta.

Y37 sendiri memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan SMA PPSP IKIP yang kemudian menjadi bagian dari sejarah SMA 8 Malang. Wadah tersebut menghimpun para mantan siswa dari angkatan 1973 sampai 1980.

Nama Y37 diambil dari alamat sekolah pada masa itu, yakni Jalan Jogjakarta Nomor 37. Lokasi tersebut kini dikenal sebagai Jalan Veteran dan menjadi lokasi SMA 8 Malang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *