Cozy Republic Ngalam: Makan Pangsit Jumbo Sambil Silaturahmi Bareng d’Kross dan Jurnalis 

Cozy Republic Ngalam: Makan Pangsit Jumbo Sambil Silaturahmi Bareng d’Kross dan Jurnalis, Senin 5 Oktober mendatang 2026. (ist).
banner 120x600

MALANG, PENAJATIM.COM – Ada yang berbeda di Warung Pangsit Mie dan Es Degan Pak Ri, Jalan Simpang Wilis, Kota Malang, Senin (5/10/2026) sore. Warung legendaris itu kedatangan tamu spesial, grup band papan atas Cozy Republic.

Vokalisnya, Bastian yang akrab disapa Ojik, datang bersama personel band lainnya untuk kulineran asyik. Kedatangan mereka disambut hangat sejumlah arek Malang, termasuk musisi senior sekaligus tokoh Malang, Sam Ade ‘d’Kross’ Herawanto.

Suasana pun langsung cair. Di meja sederhana warung Pak Ri, obrolan musik, cerita Ngalam, dan canda tawa berbaur dengan aroma kuah pangsit yang mengepul.

Bastian mengaku sengaja ingin merasakan kuliner otentik Malang. Ia pun langsung memesan dua menu jagoan: Es Blewah dan Pangsit Mie Istimewa dengan tambahan gorengan hati ayam.

“Minum Es Blewah ini rasanya seperti ulang tahun, saya sudah lama sekali nggak minum Es Blewah,” ujar Ojik antusias.

Kekagumannya berlanjut saat semangkuk Pangsit Mie Istimewa datang. Porsinya jumbo, isiannya melimpah, namun harganya tidak masuk akal murahnya.

“Konsep penjualnya ini kayaknya sedekah, harganya murah tapi isiannya banyak banget,” selorohnya yang langsung disambut tawa seisi warung.

Bahkan, Bastian sempat kaget saat tahu di Malang masih ada makanan dengan harga Rp4.000. Menurutnya, hal seperti itu sudah mustahil ditemui di Jakarta.

“Inilah yang dirindukan di daerah, kulinerannya bareng nawak-nawak. Suasananya beda, hangat,” katanya.

Sam Ade ‘d’Kross’ yang menjadi tuan rumah mengatakan, mengajak musisi luar kota kulineran di warung-warung khas sudah menjadi kebiasaannya. Ini cara sederhana untuk mengenalkan identitas Malang.

“Setiap musisi yang datang ke Malang pasti saya ajak ke warung-warung khas seperti ini. Selain Pangsit Mie Pak Ri, masih banyak kuliner legendaris yang wajib dicoba. Sambil mengenalkan kuliner Malang yang nikmatnya tiada duanya,” ujar Ade.

Momen kulineran tersebut juga terasa semakin lengkap dengan bergabungnya sejumlah jurnalis Malang, di antaranya Yoga dari http://bacamalang.com dan Bagus dari http://kliktimes.com.

Bagi Ade, makan bersama bukan sekadar soal rasa, tetapi juga merawat kebersamaan.

“Kulineran ini sekaligus silaturahmi kangen,” pungkasnya. (lil).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *