Klik disini =========================================

Jelang Idulfitri, Bank Saqu Edukasi Nasabah Waspada Penipuan Digital lewat Kampanye “Awas Hantu Cyber”

banner 120x600

JAKARTA, PENAJATIM – Menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya meningkat, Bank Saqu menghadirkan kampanye edukatif “Awas Hantu Cyber” untuk mengingatkan nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Bank Saqu dalam melindungi nasabah melalui peningkatan literasi keamanan digital di tengah maraknya ancaman kejahatan siber.

Momentum Ramadan dan Idulfitri kerap diiringi dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat, mulai dari belanja online, pengiriman uang, hingga berbagai promo musiman. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan, seperti pesan palsu mengenai paket kiriman, promo belanja, hingga pihak yang mengaku sebagai perwakilan institusi tertentu untuk meminta data pribadi atau kode OTP.

Ancaman penipuan digital juga semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Modus seperti phishing, social engineering, dan penyalahgunaan data pribadi kini semakin beragam dan sering kali sulit dikenali oleh masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Bank Saqu menghadirkan kampanye “Awas Hantu Cyber” dengan pendekatan komunikasi yang kreatif melalui personifikasi “Hantu Cyber”, yang menggambarkan berbagai ancaman digital yang kerap mengintai aktivitas finansial masyarakat di dunia digital. Melalui pendekatan storytelling yang ringan dan mudah dipahami, Bank Saqu ingin membantu masyarakat mengenali berbagai modus penipuan sekaligus memahami langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri.

Angela Lew Dermawan, Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Bank Saqu untuk terus mendampingi nasabah agar dapat bertransaksi secara aman di era digital. “Di dunia digital saat ini, ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari dan tidak selalu terlihat jelas, tetapi dampaknya bisa sangat nyata bagi masyarakat. Menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya meningkat, kami ingin mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan. Melalui ‘Awas Hantu Cyber’, Bank Saqu berharap masyarakat dapat lebih memahami cara melindungi diri dan menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi.”

“Awas Hantu Cyber” akan hadir dalam bentuk serial konten edukasi yang disebarkan melalui berbagai kanal digital Bank Saqu, termasuk media sosial dan platform digital lainnya. Melalui konten tersebut, masyarakat akan diajak mengenali berbagai karakter “hantu cyber” yang merepresentasikan modus penipuan yang sering terjadi, sekaligus mempelajari langkah-langkah sederhana untuk menghindarinya.

”Awas Hantu Cyber” ini dilatarbelakangi dengan Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat bahwa Indonesia mengalami ratusan juta anomali trafik siber setiap tahunnya yang berpotensi mengarah pada berbagai serangan digital. Sementara itu, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kerugian masyarakat akibat penipuan digital, termasuk social engineering dan penyalahgunaan OTP, diperkirakan mencapai lebih dari Rp2,5 triliun pada 2024. Laporan industri juga mencatat bahwa sepanjang November 2024 hingga September 2025 terdapat lebih dari 274 ribu laporan penipuan finansial di Indonesia, dengan estimasi kerugian publik mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Selain menghadirkan edukasi kepada masyarakat, Bank Saqu juga terus memperkuat sistem keamanan serta meningkatkan upaya perlindungan transaksi digital guna memberikan pengalaman perbankan yang aman bagi nasabah. Sebagai bank milik oleh Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu tidak hanya berfokus pada inovasi layanan keuangan, tetapi juga aktif mendorong peningkatan literasi keuangan digital bagi masyarakat.

“Bank Saqu ingin menjadi lebih dari sekadar penyedia layanan perbankan. Kami ingin hadir sebagai mitra finansial yang membantu nasabah merasa lebih aman dan percaya diri dalam menjalani aktivitas finansial di dunia digital,” tutup Angela.

Melalui kampanye “Awas Hantu Cyber”, Bank Saqu berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, sehingga bersama-sama menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman.

Informasi lebih lanjut dapat mengakses situs resmi Bank Saqu di www.banksaqu.co.id.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *