MALANG, PENAJATIM.COM –
Pongki dan Mecha resmi melangsungkan pernikahan di awal tahun 2026. Pernikahan ini menjadi momentum penting bagi Pongki, yang juga merupakan komitmennya untuk mewujudkan ketahanan pangan.
Pongki, yang dikenal sebagai sosok kesatria, telah menunjukkan komitmennya dalam isu ketahanan pangan. Dengan pernikahan ini, ia berharap dapat semakin menyelaraskan peran pribadinya dan kontribusi sosialnya.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah, dengan pola hidup yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan,” kata jurnalis yang memiliki nama Rizki Kuriniawan, Sabtu (17/1/2026).
Sebelumnya, prosesi akad nikah dihelat di Surabaya sederhana dan dihadiri keluarga inti serta kerabat dekat dari kedua mempelai. Acara tersebut mengedepankan nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Selain bermakna personal, pernikahan ini juga dimaknai sebagai awal tanggung jawab baru dalam membangun fondasi keluarga yang mandiri dan berkelanjutan. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan prinsip ketahanan pangan yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
“Pernikahan bukan hanya soal membangun rumah tangga, tetapi juga membangun kesadaran untuk berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Hendra Adi Saputra, Ketua Pokja Jurnalis Wolak Walik, juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan di seluruh penjuru nusantara. “Selamat menempuh perjalannya baru sebagai seorang lelaki sejati. Mari bersama-sama berjuang mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tandasnya.
Pongki dan Mecha menunjukkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang perjuangan dan komitmen untuk membuat perbedaan. (Jos).






























