MALANG, PENAJATIM.COM – Musyawarah Daerah (Musda) pertama Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) Kota Malang digelar pada Selasa, 25 Maret 2025, di Maliki Plaza, Malang. Bertemakan ‘Sinergitas Organisasi Guna Meningkatkan Ekonomi Keumatan Kota Malang’, Musda ini menetapkan Yulianto Dwi Saputro sebagai Ketua Umum Hipka Kota Malang untuk periode 2025-2030. Penetapan tersebut menandai babak baru bagi organisasi yang akan fokus pada pengembangan ekonomi umat di Kota Malang.
Dalam sambutannya, Yulianto Dwi Saputro menegaskan komitmennya untuk menjadikan Hipka sebagai wadah bagi keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang bergerak di berbagai bidang usaha. “Musda kali ini disebut sebagai Musda caretaker karena kepengurusan sebelumnya tidak aktif. Namun, ini adalah awal dari kebangkitan Hipka Kota Malang,” ujar Yulianto. Dia juga menyatakan bahwa kepemimpinannya bertujuan untuk memperkuat organisasi dan mengembangkan Hipka agar mampu menciptakan peluang bagi anggotanya.

Yulianto berharap, dengan semangat kebersamaan, Hipka dapat berkembang pesat selama lima tahun ke depan. “HIPKA bukan milik saya, ini adalah amanat yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya mengharapkan dukungan dari semua pihak, baik yang hadir maupun yang tidak, agar kita bisa bersama-sama membangun Hipka ke depan,” lanjutnya.
Selain prosesi penetapan ketua, Musda yang diwarnai dengan acara buka bersama (Bukber) dan nonton bareng (Nobar) Timnas juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk caretaker Hipka Kota Malang, Korp Alumni HMI Malang, dan sejumlah kader HMI Malang. Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas yang kuat untuk mendukung kemajuan organisasi ini.

Yulianto menekankan bahwa Hipka memiliki struktur organisasi yang fleksibel, yang memungkinkan organisasi ini untuk mengakomodasi anggotanya yang bergerak di berbagai sektor usaha. “Struktur yang fleksibel ini memberi ruang bagi kita untuk berkembang, apapun bidang usahanya. Saya juga mengajak seluruh alumni HMI untuk bergabung dan bersama-sama membangun organisasi ini menjadi pendamping yang efektif dalam mengembangkan potensi kewirausahaan,” tambahnya.
Mengenai potensi Kota Malang, Yulianto melihat peluang besar untuk mengembangkan bisnis di kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan pariwisata ini. “Potensi Kota Malang sebagai Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata sangat besar, dan Hipka harus lebih maksimal dalam menggali potensi tersebut agar dapat berperan aktif dalam pengembangan bisnis di kota ini,” pungkasnya.
Musda pertama Hipka Kota Malang menjadi awal yang penting dalam perjalanan organisasi ini untuk berkontribusi lebih dalam pada pengembangan ekonomi umat, sekaligus mengukuhkan peran Hipka sebagai organisasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan para pengusaha muda dan berpengalaman di Kota Malang.

















