MALANG, PENAJATIM.COM – Penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang tahun 2026 dikemas dengan cara yang berbeda dan penuh makna. Ditajuk Sinau Heppiee, rangkaian Sambut Maba ini dirangkai secara berkelanjutan dari kegiatan humanis Sarapan Bareng Makanan Sehat (Sabar Mase) sampai pada penguatan jiwa wirausaha melalui Entrepreneur Heppiee.
Kampus yang mengusung jargon _World Class Entrepreneurship University_ ini sengaja meninggalkan konsep ospek yang identik dengan tekanan. Sebagai gantinya, UIBU memilih pendekatan yang membahagiakan, kekeluargaan, dan produktif.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UIBU, Dr. Riyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa Sinau Heppiee yang digelar pada 13–17 Oktober 2026 di Kampus C menjadi pondasi awal. Lewat Sabar Mase, Maba diajak sarapan sehat bersama dalam suasana santai untuk saling mengenal lintas program studi.
“Melalui Sinau Heppiee dan Sabar Mase, kami ingin menunjukkan bahwa menyambut mahasiswa baru bukan hanya tentang memperkenalkan program studi atau sistem akademik, tetapi juga bagaimana membuat mereka merasa diterima, nyaman, dan menjadi bagian dari keluarga besar UIBU,” ujarnya.
Menurutnya, rangkaian ini melibatkan mahasiswa dari tiga fakultas. Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK) meliputi Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, dan Pendidikan Biologi. Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) meliputi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, serta Pendidikan Sejarah dan Sosiologi. Sementara Fakultas Sains dan Teknologi (FST) meliputi Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.
Nilai-nilai kepedulian terhadap sesama, saling menghargai perbedaan, serta komitmen menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan suportif juga ditanamkan sejak awal. UIBU menegaskan komitmen zero tolerance terhadap perundungan (bullying) dan kekerasan seksual.
Setelah fondasi kekeluargaan terbentuk lewat Sabar Mase, Sambut Maba UIBU berlanjut ke fase yang lebih inovatif, yakni *Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober 2026* di Kampus C UIBU Malang.
Dengan mengusung tema ENTREPRENEUR HEPPIEE – Think Creative, Start Innovative, Grow Entrepreneurial, Kampus C disiapkan sebagai Wadah Kreativitas, Inovasi, dan Pengembangan Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa.

“Saatnya mengubah ide menjadi peluang, kreativitas menjadi inovasi,” menjadi benang merah dari rangkaian ini.
Sementara itu, Rektor Universitas Insan Budi Utomo Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa rangkaian dari Sabar Mase sampai Entrepreneur Heppiee adalah satu kesatuan visi pendidikan.
“Kami di UIBU tidak ingin mahasiswa baru datang dengan rasa takut. Kami ingin mereka datang dengan rasa bahagia. Melalui Sabar Mase dalam Sinau Heppiee, kami buat mereka merasa menjadi keluarga. Setelah nyaman dan Heppiee, baru kami ajak mereka untuk Think Creative, Start Innovative, dan Grow Entrepreneurial melalui Entrepreneur Heppiee,” tegas Dr. Nurcholis.
Menurutnya, filosofi Heppiee yang berarti Happy, Energic, Positif, Produktif, Inovatif, Empatik, dan Entrepreneurial harus dimulai dari rasa bahagia itu sendiri.
“Bagaimana mungkin kita minta mahasiswa berpikir kreatif kalau sejak hari pertama mereka sudah tertekan? Kreativitas hanya lahir dari rasa aman, nyaman, dan bahagia. Setelah Sabar Mase membuat mereka Heppiee, saatnya di Kampus C kita ubah ide menjadi peluang usaha. Inilah fondasi kami sebagai World Class Entrepreneurship University,” tambahnya.
Selama 19–31 Oktober 2026, Kampus C akan dipenuhi dengan workshop kewirausahaan, talkshow bersama entrepreneur sukses, hingga pameran ide bisnis mahasiswa baru.
Rangkaian Heppiee sendiri merupakan agenda panjang UIBU Malang. Telah dimulai dari Ngopi Heppiee pada 17–30 September, berlanjut Sinau Heppiee pada 1–17 Oktober, kemudian Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober, dilanjutkan Siakad Heppiee pada 1–12 November, Samba Heppiee pada 21 November, hingga puncaknya International Fun Run Heppiee pada 6 Desember 2026.
“Melalui rangkaian ini, kami ingin menghadirkan pengalaman menjadi mahasiswa yang utuh — tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan kampus yang dinamis, sehat, penuh kebersamaan, membahagiakan, dan siap menjadi pencipta lapangan kerja,” pungkasnya. (Zai).















