Kebanggaan Malang! Advokat H. Surjono Jadi Juri di Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026

Kebanggaan Malang! Advokat H. Surjono Jadi Juri di Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026. (istimewa).
banner 120x600

JAKARTA, PENAJATIM.COM – Kabar membanggakan datang untuk Kota Malang dari panggung nasional Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026. Advokat senior kebanggaan Arek Malang, H. Surjono, S.H., M.H., dipercaya duduk sebagai dewan juri dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Ajang yang memasuki tahun ketiga ini diselenggarakan oleh PERAGA INDONESIA pimpinan Roy E. Mahaieu dan sukses digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Minggu (4/10/2026). Tahun ini, Miss Tionghoa Indonesia mengusung tema “The Power of Harmony” atau “United in Legacy”, yang merayakan harmoni dan akulturasi budaya Tionghoa dengan kekayaan budaya Nusantara.

Kehadiran H. Surjono menjadi sorotan tersendiri. Pendiri Kantor Advokat SURJO & PARTNERS yang beralamat di Jalan Citandui 52B Kota Malang, Jawa Timur, ini menjadi satu-satunya advokat yang dipercaya menjadi juri. Hal ini menjadi bukti bahwa kiprahnya tidak hanya diakui di dunia hukum, tetapi juga di dunia pelestarian budaya.

Di kursi juri, ia bersanding dengan para pakar kompeten di bidangnya, yakni Agoeng Soedir Poetra (Fashion Choreographer & Pageant Coach), Melati Tedja (Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024), Juniana, S.S., MTCSOL (Akademisi, Mandarin Profesional, Interpreter), dan Elice Chandra, ST., M.Si (Akademisi, Konsultan Pendidikan, Trainer, Speaker).

Menurut Surjono, ajang ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar kontes kecantikan.

“Miss Tionghoa Indonesia bukan sekadar ajang kecantikan, ini adalah wadah untuk merayakan keberagaman dan harmoni budaya yang menjadi kekuatan bangsa kita,” ujarnya.

Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026. Advokat senior kebanggaan Arek Malang, H. Surjono, SH., MH (kanan) dipercaya sebagai dewan juri. (ist).

Rangkaian acara sendiri telah dimulai sejak 2 Oktober 2026 melalui Talent Show dan Sashing Ceremony di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, yang diikuti oleh generasi muda Tionghoa dari berbagai provinsi di Indonesia.

Puncak acara melahirkan tiga juara dari tiga kategori usia. Kategori Cilik (Little) usia 7–12 tahun dimenangkan Ava Tjhe, Kategori Remaja (Teen) usia 13–16 tahun diraih Fiorentine Ailiabella Barlianto, dan Kategori utama Senior/Dewasa usia 17–27 tahun dimenangkan Gebriella Giorgina.

Gelaran prestisius ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, S.H., M.Kn., yang hadir langsung, mengapresiasi ajang ini sebagai benteng pelestarian budaya.

“Ini perlu sekali mendapatkan apresiasi, sehingga semua kebudayaan itu bisa bersama-sama untuk menjadi perisai negara. Karena banyak kebudayaan asing yang masuk saat ini, dan kita membutuhkan benteng-benteng dengan kebudayaan kita sendiri,” tegas Putri Woelan Sari.

Ia menambahkan, Kemenbud akan terus mendukung inisiatif komunitas yang fokus pada pengembangan SDM berbasis pelestarian budaya.

Miss Tionghoa Indonesia sendiri merupakan kontes kecantikan skala nasional di bawah naungan Peraga Indonesia yang mencari sosok perempuan Tionghoa yang tidak hanya cantik fisik, tetapi juga cerdas, berkepribadian, dan memiliki pemahaman serta apresiasi terhadap budaya.

Tahun ini, ajang tersebut juga diperkuat dengan program “Citra Perempuan Tionghoa Indonesia”, sebuah ruang apresiasi bagi perempuan Tionghoa inspiratif lintas generasi yang telah memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang. (Zai).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *